Menteri Jonan Sebut 3 Elemen Penting Ini Mampu Ubah Tatanan Ekonomi Global

Oleh : Hariyanto | Minggu, 11 Februari 2018 - 14:02 WIB

Menteri ESDM Ignasius Jonan (ist)
Menteri ESDM Ignasius Jonan (ist)

INDUSTRY.co.id - Surabaya - Dalam kuliah umum di Gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebutkan 3 (tiga) elemen penting yang akan mengubah tatanan ekonomi global di masa depan dalam jangka waktu menengah.

"Menurut saya ekonomi baru di masa mendatang dalam waktu yang sangat dekat itu ada tiga, yaitu pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT), kendaraan listrik, dan bisnis online," kata Jonan di hadapan para civitas akademik ITS, Jumat (9/2/2018).

Demi menjawab tantangan ekonomi baru tersebut, ungkap Jonan, Pemerintah terus gencar membangun pembangkit listrik berbasis EBT. Untuk tahun 2017 lalu, kapasitas pembangkit EBT nasional telah meningkat sebesar 3,4% dari tahun sebelumnya, sebesar 9,1 Gigawatt (GW) dari 8,8 GW di tahun 2016.

Dalam rangka menjaga kontribusi pembangkit EBT, target besar pembangunan infrastruktur tahun 2018 digenjot, meliputi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap tahap 1 dan rencana pengembangan tahap 2, PLTB Jeneponto, PLTB Tanah Laut, PLT Arus Laut Larantuka, PLTS Terapung Cirata, PLTM Wadubori, hingga PLTMH Warabiai.

Terkait kendaraan listrik, komitmen Pemerintah Indonesia adalah dengan mendatangkan teknologi kendaraan listrik dan menuangkannya dalam Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional.

Diproyeksikan terjadi peningkatan populasi kendaraan bertenaga listrik atau hybrid pada 2025 sebesar 2.200 unit mobil dan 2,1juta unit sepeda motor.

Pemerintah juga sedang merancang Peraturan Presiden tentang Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik untuk Transportasi Jalan yang sudah memasuki tahap finalisasi.

Ke depan, dunia perbankan juga diprediksi juga akan mulai ikut tergeser. Keberadaan bank secara fisik akan berubah wujud menjadi lebih sederhana melalui sistem online. "Nanti 10 tahun lagi akan habis (fisik perbankan) ini," ungkap Jonan.

Selanjutnya, tantangan terbesar ke depan yang dihadapi menurut Jonan adalah bagaimana memberikan akses energi kepada semua lapisan masyarakat dengan harga terjangkau.

"Ini tantangan besar kita bagaimana menjalankan sila ke-5, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana Bapak Presiden bilang," tutup Jonan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Saleh Husin Ketua Majelis Wali Amanat UI (MWA UI) (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 24 Mei 2019 - 13:00 WIB

Jelang Pemilihan Rektor UI, Majelis Wali Amanat Bentuk Panitia Penjaringan Kandidat

Guna menjaring kandidat terbaik dalam pemilihan rektor, Panitia Khusus Pemilihan Rektor Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia telah membentuk Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor…

BGR Logistics Jalin Kerjasama dengan PTP

Jumat, 24 Mei 2019 - 12:58 WIB

Perkuat Layanan dan Bisnis Logistik, BGR Logistics Jalin Kerjasama dengan PTP

Nota kesepahaman tersebut berisikan tentang pelayanan kegiatan bongkar muat dan integrasi sistem logistik.

Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 24 Mei 2019 - 12:30 WIB

Sesalkan Aksi Pembakaran Mapolsek Tambelangan, Khofifah Dukung Polri Usut Tuntas

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan aksi pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Jawa Timur. Khofifah mendorong Polisi segera memproses hukum siapapun pelaku dan provokator…

BCA (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 24 Mei 2019 - 12:00 WIB

Digelar BCA Autoshow Padang 2019, Pelayanan Kebutuhan pada Kendaraan Bermotor

Inisiatif PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dalam memberikan pelayanan kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan bermotor kembali diwujudnyatakan dalam gelaran BCA Autoshow 2019 pada tanggal 21 Mei…

Dirut LPDB KUMKM Braman Setyo saat mengunjungi Kopwan SBW di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (23/5/2019).

Jumat, 24 Mei 2019 - 11:14 WIB

Cegah Kredit Macet, LPDB Mulai Lirik Pola Tanggung Renteng Jadi Role Model

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) tertarik dengan pola tanggung renteng yang dikembangkan oleh Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita (SBW) Jawa…