INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Perindustrian semakin gencar melahirkan wirausaha industri baru, termasuk sektor usaha rintisan (startup).
"Keberadaan startupsekarang sangat dibutuhkan untuk menjual produk-produk IKM lokal kita semakin meningkat serta menumbuhkan perdagangan melalui e-commerce," kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Rabu (7/2/2018).
Gati menyebutkan, pemerintah menargetkan bisa membawa 20 IKM untuk menjadi startup. Angka ini dua kali lipat lebih besar dibandingkan tahun lalu yang berhasil mencetak sembilan IKM sebagai startup.
"Tahun 2014, kami bawa lima IKM jadi startup. Selanjutnya, di 2015 ada delapan IKM jadi startup, dan tahun 2016 naik menjadi 11 IKM yang kami bawa jadi startup," ungkapnya.
Guna mewujudkan sasaran tersebut, Kemenperin memiliki program strategis untuk mengedukasi parapelaku IKM nasional agar mampu memasarkan produknya melalui marketplace.
"Kami sudah membuatplatform digital, yang dinamakan e-Smart IKM. Program ini telah dimulai sejak tahun lalu sebagaisarana perluasan pasar IKM kita," lanjut Gati.
Dalam program pembinaan pelaku IKM, Kemenperin juga telah bekerjasama dengan PT Ruang Raya Indonesia (ruangguru.com) tentang peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sektor industri melalui pemanfaatan teknologi informasi digital.
"Salah satunya melalui pembinaan program e-Smart IKM. Kerja sama melalui pemanfaatan konten digital ini diharapkan dapat meningkatan efektivitas program pengembangan industri," ujar Gati.
Berdasarkan catatan Kemenperin, pertumbukan IKM terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini terlihat dari jumlah unit usaha IKM yang terus meningkat, di mana tahun 2015 berada pada angka 3,68 juta IKM, naik menjadi 4,41 juta IKM tahun 2016. Pada triwulan II tahun 2017, telah mencapai 4,59 IKM.
Sementara itu, nilai tambah IKM dari tahun ke tahun juga terus mencatatkan angka yang positif. Tahun 2015, nilai tambah IKM sebesar Rp439,86 triliun, naik menjadi Rp510,88 triliun di tahun 2016, dan pada triwulan II 2017 mampu mencapai Rp540,88 triliun.