INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT BNl Asset Management menilai bahwa penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) serentak pada 2018 ini dapat dijadikan kesempatan bagi investor untuk menata portofolio investasinya salah satunya melalui produk reksa dana.

Advertisement

Direktur BNI Asset Management, Putut E Andanawarih di Jakarta, Senin (5/2/2018)  mengatakan bahwa pada 2018 diprediksi bakal terjadi dinamika di pasar akibat Pilkada serentak, hal itu dapat dijadikan peluang untuk menata portofolio investasi dengan memilih produk yang berfundamental kuat.

"Positif dan negatifnya hasil Pilkada sedikit banyak akan mempengaruhi aktivitas dan kinerja produk pasar modal, termasuk reksa dana. Kami berpandangan, justru di saat harga saham-saham di pasar modal sedang volatile, di situlah kesempatan investor dapat memperlebar portofolio investasinya dengan memilih produk-produk reksa dana yang terdiri dari saham-saham berfundamental baik dan likuid," katanya.

Advertisement

Putut E. Andanawarih mengemukakan bahwa salah satu produk yang dimiliki oleh BNI Asset Management, yakni Reksa Dana BNI-AM lndeks IDX30 (Reksa Dana BNI30) dapat menjadi pilihan bagi investor, karena produk itu mengacu pada indeks IDX30 sebagai tolak ukumya.

"Reksa dana ini merupakan produk yang terdiri dari kumpulan saham-saham 30 emiten dengan nilai kapitallsasi pasar terbesar dan terlikuid di Bursa Efek lndonesia," paparnya.

Advertisement

Ia menyampaikan bahwa tujuan dibentuknya Reksa Dana BNI30 itu sebagai alternatif pilihan bagi investor yang menginginkan strategi investasi pasif mengingat dalam tiga tahun terakhir sebagian besar Reksa Dana pengeIoIaan aktif kesuIitan untuk mengalahkan tolak ukur.

"lndeks IDX30 kami pilih karena merupakan saham-saham yang memiIiki kapitalisasi terbesar dan Iikuiditas perdagangan yang tinggi," ucapnya.

Advertisement

Putut E. Andanawarih menambahkan bahwa kinerja Reksa Dana BNI30 akan ditopang oleh kondisi perekonomian Indonesia yang terus memberikan hasil-hasil positif. Kuatnya fundamental ekonomi Indonesia yang tercermin dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang stabil di atas 5 persen, stabilnya nilai tukar rupiah, dan keberhasilan pemerintah menjaga inflasi rendah akan menjadi sentiment positif bagi pergerakan IHSG.

Kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, lanjut dia, mendorong lembaga pemeringkat Fitch Rating menaikan peringkat utang Indonesia dari "BBB -" (triple B minus) menjadi BBB (triple B).

"Ke depannya, kami meIihat besar peluang bagi lembaga pemeringkat internasional Iainnya seperti Standard & Poor's (S&P) dan Moodys untuk menyusul Iangkah Fitch menaikan peringkat Indonesia," katanya seperti dilansir Antara.

Ia mengharapkan, sentimen itu diharapkan mendorong aIiran dana asing yang akan berinvestasi di pasar modal Indonesia, sehingga akan berdampak positif bagi pergerakan indeks IDX30 yang menjadi acuan dari produk Reksa Dana BNI30.

"Investor asing tentunya akan berinvestasi pada saham-saham kapitalisasi besar yang merupakan konstituen dari IDX30," katanya.