INDUSTRY.co.id - Jakarta - Produk susu bernutrisi, Frisian Flag Indonesia dalam program "Gerakan Nusantara" menyampaikan hasil survei sebagai upaya meningkatkan perilaku gizi positif dan mendorong keaktifan melakukan aktivitas luar ruang pada anak, pada Kamis (1/2) di Galeri Foto Jurnalistik ANTARA, Jakarta.

Advertisement

Gerakan dari singkatan "MiNUm Susu TiAp Hari uNTuk Anak CeRdas Aktif IndonesiA" atau Nusantara ini didukung oleh ajakan menerapkan "Drink.Move.BeStrong" yang menekankan pentingnya perilaku asupan gizi yang positif dan minum susu rutin serta bergerak aktif pads anak-anak untuk membentuk generasi yang kuat dan sehat.

Sebagai penyempurna penyelenggara program Gerakan Nusantara di tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2017 Frisian Flag Indonesia menambahkan kegiatan Training of Trainer (TOT) untuk pada guru di sekolah. Sebanyak 2.134 guru yang terbagi dalam tiga kelompok, yakni kepala sekolah, guru kelas IV dan guru kelas V yang telah mendapatkan pelatihan dalam program Training of Trainer (TOT) yang berlangsung di 740 sekolah di delapan propinsi. Gerakan Nusantara juga berhasil menjangkau 520,815 siswa yang mengikuti edukasi tentang pengetahuan, sikap dan perilaku gizi positif.

Advertisement

“Keterlibatan guru dalam kegiatan edukasi gizi kepada anak-anak memberikan hasil yang positif. Jika tahun-tahun sebelumnya edukasi hanya ditujukan kepada anak-anak disekolah, tahun lalu kami mengubah pendekatan itu. Dan tahun ini, kami melibatkan guru-orang tua-siswa dan menciptakan sebuah ekosistem belajar yang lebih kondusif dan berkelanjutan, guru memiliki pengetahuan gizi yang lebih baik dan dapat menginspirasi anak-anak untuk menerapkan perilaku gizi yang lebih baik. Orang tua pun mendapatkan edukasi gizi melalui seminar yang disampaikan oleh guru-guru yang telah diberikan pembekalan melalui program Training of Trainer (TOT) dan menjadi pendukung yang penting dalam menyiapkan makanan bergizi bagi keluarga di rumah,” jelas Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indoensia, Ahmad Syafiq.

Untuk mengukur keberhasilan program Gerakan Nusantara 2017, Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia melaksanakan survei indikator pengetahuan, sikap dan perilaku guru serta siswa yang mengikuti program pelatihan dan edukasi gizi Gerakan Nusantara 2017 di tiga kota, yaitu Pekanbaru, Padang dan Jambi. Hasil survei menunjukkan :

Advertisement
  • Komponen pengetahuan dari guru dan siswa mengenai gizi positif meningkat 11,1% dengan pesan tentang Pedoman Gizi Seimbang menunjukkan peningkatan pemahaman terbesar,
  • Komponen sikap terhadap perilaku gizi positif dan aktif bergerak di luar ruang, baik sebelum dan sesudah tes, juga meningkat meskipun secara umum sikap gizi ini sudah dipahami oleh para guru dan siswa,
  • Perilaku gizi menunjukkan peningkatan, perilaku siswa dan guru dalam mengonsumsi makanan yang bergizi meningkat secara signifikan sebesar 9,7%.

"Guru sebagai sosok pengganti orang tua di sekolah yang lebih sering bertemu dengan anak-anak merupakan komponen dalam ekosistem pendidikan yang penting untuk menjaga penyebaran pesan yang berkelanjutan kepada generasi selanjutnya. Kami semakin bersemangat untuk terus mengedukasi perilaku gizi positif kepada anak, guru dan orang tua di Indonesia, melalui ekosistem belajar yang sangat kondusif di sekolah,” ungkap Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro.

Gerakan ini sudah dimulai dari tahun 2013. Hingga pelaksanaan tahun 2017, program Gerakan Nusantara berhasil menjangkau 2,510 sekolah, 1,376,335 siswa, dan 19,161 guru (2,134 guru menerima TOT secara langsung). 

Advertisement

“Ke depannya Frisian Flag Indonesia bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia akan terus menyempurnakan program Gerakan Nusantara dan memfokuskan pada efisiensi dan kemandirian program pendidikan gizi di sekolah dasar, dengan harapan dapat mendukung dan berkontribusi terhadap pencapaian status kesehatan dan gizi anak Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen Frisian Flag Indonesia untuk membangun Keluarga Indonesia yang sehat dan kuat dimanapun kami berada,” tutup Andrew.