INDUSTRY.co.id, Jakarta - Raksasa mesin pencari Google menambah daftar panjang investor asing yang menggelontorkan dana untuk layanan ride sharing lokal Go-Jek. Selain google beberapa yang diketahui adalah Tencent,JD.com, KKR, Warburg Pincus, Sequoia Capital, Northstar Group, DST Global, dan NSI Ventures.

Advertisement

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menilai suntikan dana segar dari induk Google Alphabet kepada Go-jek senilai 1,2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp16 triliun menunjukkan kepercayaan investor asing kepada perusahaan itu.

"Kalau investor asing menambah suntikan dana, ini bukan pertama kali, sudah ronde-ronde beberapa kali menunjukkan kepercayaan investor akan bertumbuhnya bisnis yang digeluti Go-jek," tuturnya

Advertisement

Menurut Rudiantara, kepercayaan kepada Go-jek memiliki implikasi kepercayaan kepada iklim investasi Indonesia, khususnya ekonomi digital.

Ekonomi digital, tutur dia, memberi ruang untuk investasi lebih cepat, terlihat pada 2017 investasi asing di bidang ekonomi digital di Indonesia sebesar 4,7 miliar dolar AS. Selain itu, menurut dia, regulasi yang tidak menyulitkan juga menjadi salah satu faktor yang menyumbang kepercayaan investor asing kepada Indonesia.

Advertisement

"Asing masuk karena percaya iklim regulasi tidak ribet, start up misalkan tidak perlu izin hanya registrasi," kata dia.

Menkominfo berharap tidak hanya investor asing yang mengucurkan dana untuk Go-jek, melainkan juga perusahaan nasional menjadi investor bisnis ekonomi digital agar perusahaan rintisan unicorn itu juga dimiliki sebagian sahamnya oleh perusahaan Indonesia.

Advertisement

Sementara itu, Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan pemerintah tak ingin membatasi dan menghalangi masuknya investasi asing ke startup dalam negeri. Menurut dia, investor dalam negeri cenderung belum mampu dan mau menyuntikkan dana ke startup.

“Kenapa nggak ada dari dalam negeri yang investasi? Duitnya sedikit, nggak sebanyak dari luar. Kami nggak bisa juga menghalang-halangi startup lokal dapat investasi asing karena mereka kan mau berkembang,” ia menuturkan

Semuel sesumbar Kementerian Kominfo selama ini selalu mempromosikan startup lokal ke investor-investor dalam negeri. Hanya saja masih banyak yang belum melihat masa depan startup.

“Investor dalam negeri belum terlalu tahu tahu soal peluang startup, sementara yang asing sudah gencar. Mereka tahu bisnisnya, startup butuh duit, ya dia masuk,” kata pejabat yang kerap disapa Semmy.