INDUSTRY.co.id, Jakarta - Berderet tantangan berpotensi menghadang laju pertumbuhan industri nasional di tahun bershio Anjing Bumi 2018. Ada yang berskala global, tidak sedikit yang justru dari dalam negeri kita sendiri.
Paling menghkawatirkan terkait tren kenaikan harga minyak dunia karena negara-negara produsen minyak melakukan pemangkasan produksi secara besar-besaran, sementara konsumsi minyak di Amerika Serikat, Eropa, Tiongkok dan India malah meningkat.
Tren ini tak ubahnya pisau bermata dua, sebab kenaikan minyak bisa berdampak pada kenaikan harga energi lain yang akan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Namun pada sisi berbeda kenaikan harga energi akan memukul industri terutama manufaktur. Sebab industri merupakan konsumen terbesar energi dengan porsi sekitar sekitar 40%. Belum lagi soal tarif listrik yang berpotensi naik seiring kenaikan harga energi.
Kekhawatiran lain terkait suhu politik yang memanas lantaran digelarnya 171 Pilkada secara serentak, serta jelang kontestasi Pilpres 2019 yang berpotensi mengganggu aktvitas ekonomi.
Sementara dari luar negeri masalah likuiditas bakal jadi persoalan karena ada potensi reversal dana terkait kebijakan Amerika Serikat yang akan memangkas pajak dari 30% ke 20%, juga rencana kenaikan suku bunga The Fed. Ini juga akan memengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Meski banyak tantangan mengintai, pelaku industri dan pemerintah optimistis pertumbuhan industri bisa tetap melaju dengan target 5,67% tahun ini.
Pertumbuhan itu diyakini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok mencapai 5,3% - 5,4%.
BACA ulasan selngkapnya terkait faktor faktor apa saja yang membuat optimisme pelaku industri menfhadapi tahun penuh tantangan serta sektor sektor industri yang menjadi unggulan di tahun anjing tanah ini dalam edisi khusus Majalah INDUSTRY edisi khusus "INDUSTRI UNGGULAN 2018".
Dapatkan pula berbagai isu sektor Industri lainnya. Untuk Pembelian, Langganan dan informasi, dapat menghubungi kami ; Office : Menara Batavia Lt.2 Jl. KH. Mas Mansyur Kav. 126, Jakarta, Indonesia Telp : (021) 579 02855, Fax : (021) 572 7338 Email: [email protected] Website : http://www.industry.co.id/