INDUSTRY.co.id, NTT - Taman Nasional Komodo mulai dipadati oleh wisatawan nusantara ataupun wisatawan asing, hal ini berdampak dapat mengganggu ekosistem satwa purba komodo yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia itu.
"Ada kekhawatiran kami TNK jadi objek wisata massal, sehingga kami ingin membatasi jumlah kunjungan dalam jumlah banyak secara serempak untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan," kata Kepala Otoritas TNK Sudiyono, dikutip dari antara, Kamis (25/1/2018)
Ia mengatakan, arus wisatawan ke TNK yang merupakan salah satu dari destinasi unggulan nasional itu terus semakin membeludak dari waktu ke waktu.
TNK mencatat, arus kunjungan wisatawan ke TNK yang merupakan salah satu dari 10 destinasi unggulan nasional itu dalam tahun 2017 mencapai 119.599 orang atau naik 11,04 persen dari tahun 2016 sebanyak 107.711 orang.
"Ini diperkirakan akan tumbuh terus seiring dengan makin mudahnya akses penerbangan ke Labuan Bajo," katanya.
Untuk itu, menurutnya perlu adanya pembatasan jumlah pengunjung yang dilakukan secara tidak langsung dengan menaikan tarif kunjungan sesuai dengan pembagian rayon.
Saat ini karcis masuk untuk pengunjung umum pada rayon III masih rendah dengan tarif Rp 150 ribu per orang per hari untuk wisatawan mancanegara dan Rp 5 ribu untuk wisatawan domestik.
Menurutnya, tarif ini masih lebih rendah dibandingkan dengan rayon II dengan tarif Rp250 ribu per orang per hari untuk wisatawan mancenegara dan Rp 20 ribu untuk domestik maupun rayon I masing-masing Rp200 ribuper orang per hari untuk wisatawan mancanegara dan domestik Rp 10 ribu.
"Untuk itu kunjungan wisatawan yang masuk rayon III ini tarifnya kami usulkan untuk nantinya jadi rayon I atau II," katanya.
Sudiyono menyebut, kenaikan tarif untuk wisatawan mananegara bisa mencapai 25 persen per rayon, sedangkan wisatawan domestik mencapai 50 persen dari tarif yang ada saat ini.
"Saat ini tarif masih terlalu murah untuk masuk TNK dengan sekali masuk bisa menjangkau seluruh objek," katanya.
Ia mengatakan, untuk mengantisipasi kekhawatiran TNK menjadi wisata masal itu maka langka-langka penataan arus kunjungan tersebut sangat penting untuk menjaga agar populasi satwa komodo (varanus komodoensis) tetap eksis atau tidak punah seiring waktu. (Ant)