INDUSTRY.co.id

Advertisement

Jakarta - Modalku, sebagai penyedia layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi akan fokus menyasar pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) yang "unbankable" atau tidak memiliki akses ke finansial.

"Kami menjembatani masyarakat yang 'unbankable' dan menjalankan bisnis 'marketplace' yang mempertemukan pelaku usaha dan pemberi pinjaman. Ke depan kami akan 'scale up' supaya pinjaman dapat lebih mudah diakses," kata Chief Executive Officer (CEO) Modalku, Reynold Wijaya di Jakarta, Kamis (25/1/2018).

Advertisement

Modalku merupakan merek dagang PT Mitrausaha Indonesia Grup yang diluncurkan Januari 2016 dan mendukung pasar UMKM di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Mulai Januari 2017, Modalku memperluas pelayanan ke wilayah Bandung dan sejak Mei 2017 ke daerah Surabaya. Peminjam UMKM dapat mendaftar untuk pinjaman modal usaha tanpa agunan hingga Rp2 miliar.

Advertisement

Selain di Indonesia, Modalku sebagai layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi juga telah beroperasi di Singapura dan Malaysia dengan nama Funding Societies.

Secara kolektif, Modalku dan Funding Societies telah menyalurkan pinjaman senilai Rp1 triliun bagi lebih dari 2.000 UMKM dengan sekitar 45 ribu pemberi pinjaman.

Advertisement

Khusus untuk di Indonesia, Modalku telah menyalurkan lebih dari Rp540 miliar ke sekitar 1.500 pinjaman UMKM.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Modalku Iwan Kurniawan mengatakan kebutuhan kredit di Indonesia masih terdapat kekurangan pendanaan Rp1.000 triliun per tahun.

Data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan bahwa kebutuhan kredit bagi UMKM di Indonesia sebesar Rp1.700 triliun per tahun. Saat ini, lembaga keuangan yang ada hanya mampu memenuhi Rp700 triliun.

Iwan mengatakan pendanaan gotong royong dalam jaringan telah tercatat telah memberikan kontribusi lebih dari Rp2,5 triliun sepanjang 2017 di Indonesia.