INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah hingga saat ini masih terua menggodok aturan insentif kendaraan emisi karbon rendah (low cost emission vehicle/LCEV).

Advertisement

Dalam aturan yang masih terus dibahas oleh Kementerian Perindustrian dengan Kementerian Keuangan akan memberikan insentif untuk empat jenis kendaraan emisi rendah karbon.

Dalam pembahasan aturan tersebut, rencananya insentif akan diberikan untuk kendaraan hybrid, plug-in hybrid, listrik, dan kendaraan yang berbahan bakar hidrogen.

Advertisement

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika mengatakan, kendaraan listrik dan berbahan bakar hidrogen akan diberikan insentif lebih tinggi.

Alasannya, dua kendaraan tersebut menghasilkan emisi yang lebih rendah dibanding hybrid dan plug-in hybrid. Kendati, ia menilai kendaraan listrik dan berbahan bakar hidrogen masih akan bertahap dioperasikan di Indonesia.

Advertisement

"Kalau kami langsung loncat akan perlu infrastruktur yang besar, perlu investasi yang besar, nah itu mungkin nanti. Tapi sebelum ke sana mungkin hybrid, plug-in hybrid," kata Putu di Jakarta (24/1/2018).

Juli mengatakan, aturan mengenai insentif yang akan diberikan kepada empat jenis kendaraan emisi karbon rendah tersebut masih alot dibahas antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan, khususnya Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Nantinya aturan mengenai pemberian insentif akan diterbitkan dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan.

Advertisement

Dia menjelaskan pemerintah harus melakukan penyesuaian dengan target penurunan emisi karbon di Indonesia. Hal ini sesuai dengan komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi karbon dalam Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim Dunia (UNFCCC COP21) Paris.

Dalam komitmen Paris (Paris Agreement) tersebut, pemerintah bersepakat menurunkan emisi karbon pada 2030 sebesar 29% dengan upaya sendiri. Adapun, pemerintah bersepakat menurunkan emisi karbon sebesar 41% dengan kerjasama dan bantuan dari luar negeri.

"Kami kan perlu melakukan suatu penyesuaian-penyesuaian dengan target yang diharapkan," kata Putu.

Selain itu, pemerintah juga perlu menyesuaikan dengan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan penjualan kendaraan bermotor. "Kami mencari formula yang tepat dan pasti. Itu semua dipetakan kembali. dan semua disimulasikan," kata Putu.