INDUSTRY.co.id, Jakarta - Industri batik sangat berperan penting untuk memenuhi kebutuhan sandang dalam negeri. Seperti diketahui industri batik saat ini banyak dikerjakan oleh pelaku IKM dari Sabang sampai Merauke dengan mempunyai keunggulan dan kekhasan motif sesuai kearifan lokal di daerah masing-masing.

Saat ini Kemenperin bersama pemangku kepentingan terkait lainnya terus berupaya mengedukasi para generasi muda Indonesia agar mau belajar membatik. Langkah ini betujuan untuk meningkatkan kecintaan terhadap batik nusantara sebagai warisan budaya dunia sekaligus mendorong penumbuhan wirausaha baru.  

Di sela-sela kunjungan kerja di Pekalongan, Jawa Tengah akhir pekan lalu. Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan "Pihaknya juga aktif melakukan kegiatan promosi melalui berbagai kegiatan di domestik dan internasional yang berhasil menarik perhatian masyarakat dunia terhadap batik Indonesia. Bahkan, kegiatan tersebut mampu meningkatkan permintaan ekspor batik nasional. Batik juga dapat mengeksplor karya kreatif mulai dari tingkatan perajin batik hingga fashion designer" terangnya.

Berdasarkan catatan Kemenperin, ekspor batik dan produk batik pada tahun 2015 mencapai USD 178 juta atau meningkat 25,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Pasar ekspor utama batik Indonesia, antara lain Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.  

Dalam upaya mendorong pengembangan daya saing industri batik nasional, Ditjen IKM telah melakukan berbagai program strategis yang meliputi bimbingan teknis dan pendampingan tenaga ahli, pemberian mesin dan peralatan, restrukturisasi mesin dan peralatan, serta fasilitasi pameran.

Sementara itu, untuk memperluas pemasaran, Kemenperin tengah mengembangkan program e-Smart IKM yang memanfaatkan teknologi informasi. Melalui program ini, IKM dapat memasarkan produknya melalui marketplace yang ada sehingga semua konsumen dapat mengaksesnya dan IKM mendapatkan pasar yang lebih luas.