INDUSTRY co.id -Jakarta - Jelang tutup tahun 2017, Presiden Joko Widodo meresmikan 17 lembaga penyalur bahan bakar minyak (BBM) satu harga secara serentak yang dipusatkan di Pontianak,Kalimantan Barat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengatakan, program BBM satu harga bisa dijadikan sebagai pemicu agar terus dicari cara supaya harga energi bagi masyarakat semakin terjangkau dan biaya penyediaan energi semakin ekonomis.
Dalam catatan pemerintah 57 lokasi yang dibangun PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo Tbk yang beroperasi tahun ini, total penyaluran BBM bulanan mencapai sekitar 4.000 KL per bulan atau 133 KL per hari.
“Realisasinya dari penyalur yang telah beroperasi ini untuk Premium sekitar 11.000 KL dan Solar sekitar 6.000 KL per tahun,” ujar Menteri Jonan, Jumat (29/12/2017).
Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya implementasi BBM satu harga bagi masyarakat terutama di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
Selama ini masyarkat harus merogoh biaya lebih untuk bisa mendapatkan BBM sekitar Rp 7.000 hingga Rp 100 ribu untuk satu liter BBM, kini bisa membeli dengan harga Rp 6.450 per liter untuk Premium dan Rp 5.150 untuk Solar.
“Negara kita ini adalah negara yang sangat besar dengan sebaran pulau yang sangat banyak dengan kondisi infrastruktur yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, sebelumnya memang di tempat-tempat yang terpencil harganya (BBM) 10 kali lipat, (bahkan) 15 kali dari harga yang ada di pulau Jawa. Ini yang kita kejar,” kata Presiden saat meresmikan salah satu lembaga penyalur baru.
Presiden mengakui diperlukan biaya tambahan untuk bisa mengimplementasikan BBM satu harga, namun itu tetap harus bisa dilaksanakan. Subsidi BBM dulu saja bisa dilakukan maka biaya untuk BBM satu harga seharusnya bisa disiapkan.
“Berapa sih biaya tambahan yang harus dikeluarkan. Tadi sudah disebutkan oleh Menteri ESDM kurang lebih Rp 800 miliar. Kalau dulu subsidi BBM kurang lebih Rp 300 triliun saja diberikan, ini masak tidak lebih satu triliun saja tidak diberikan. Itulah saya putuskan kenapa BBM Satu Harga itu hadir,” tegas Jokowi.(de)