INDUSTRY co.id - Surabaya - PT Perikanan Nusantara (Persero) Cabang Surabaya, mengeluhkan pendangkalan Kali Perak karena semakin banyaknya sedimen. Akibatnya, pekerjaan dari sektor galangan kapal turun hingga 50 persen.
Menurut Kepala PT Perikanan Nusantara Cabang Surabaya, Momon Hermono, dampak pendangkalan tersebut sudah terasa sejak 3 bulan lalu dan pihaknya sudah melaporkan ke otoritas pelabuhan Tanjung Perak, Namun hingga saat ini belum ada respon.
Perikanan Nusantara yang memiliki usaha galangan kapal itu pun terancam mengalami penurunan omset. Sebab yang mau masuk ke layanan galangan kapal mereka hanya kapal kecil saja. Dari target 50 unit kapal bisa masuk ke galangan kini total order riilnya hanya 25 unit kapal saja sepanjang tahun ini.
"Tentunya ini membuat kami khawatir karena akan berpengaruh pada keuntungan perusahaan," kata Momon.
Momon khawatir jika Otoritas Pelabuhan masih belum ada tindakan maka hampir dipastikan bisnis galangan kapal mereka akan mati dalam dua tahunan ini.
Sementara, Anggota DPR RI Komisi VI Bambang Haryo Soekartono, saat melakukan kunjungan reses ke PT Perikanan Nusantara (Persero) mengaku terkejut. Ia mengatakan, akan mendorong Otoritas Pelabuhan untuk segera menanganinya.
"Alur itu kan tanggung jawab otoritas pelabuhan sebagai kepanjangan tangan pemerintah. Dan saya sudah menghubungi langsung kepala Otoritas Pelabuhan agar pengerukan segera dilakukan sehingga ekonomi bisa kembali berjalan lancar, terutama sektor galangan kapal," kata Bambang.
Bambang berharap PT Perikanan Nusantara lebih meningkatkan produktifitas usaha perikanan mereka. Meskipun kini moratorium tahun 2014 lalu mengenai pelarangan kapal penangkapan ikan menggunakan troll atau pukat harimau ada beberapa kapal milik PT Perikanan cabang lain tidak beroperasi. "Ini PR pemerintah ini agar difungsikan kembali demi menunjang produk perikanan," tandasnya.