INDUSTRY.co.id - Jakarta-Diperkirakan perdagangan diakhir tahun ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan cenderung terkonsolidasi pada range 6250-6330.
"Investor mencermati aksi profit taking akhir tahun yang berkemungkinan besar terjadi melihat kenaikan yang cukup signifikan sejak break out level 6150," kata analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi di Jakarta, Jumat (29/12/2017).
Ia menyodorkan saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya EXCL, JPFA, PTPP, LPCK, PTRO.
Menurutnya, secara teknikal optimisme pergerakan IHSG masih terlihat terdeteksi area resistance 6330 hampir tercapai. Meskipun demikian indikator stochastic yang tertekan pada level jenuh beli berpotensi dead-cross dengan tekanan momentum indikator RSI yang terlihat melandai.
IHSG (+0.59%) pun kembali menguat diakhir sesi perdagangan +36.88 poin dilevel 6314.05 setelah mengalami pergerakan yang cenderung mixed hingga pada zona negatif. Sektor infrastruktur, Industri dasar dan Keuangan menjadi pendorong penguatan dimana sentimen pembiayaan pembangunan infrastruktur hingga berimpact ke produsen semen menjadi pemicunya.
Bursa saham di Eropa dibuka pada zona negatif gagal mengimbangi penguatan positif di saham Asia. Indeks Eurostoxx (-0.21%), FTSE (-0.01%) dan DAX (-0.20%) dibuka pada sesi pertama melemah dengan saham teknologi memperpanjang penurunan sedangkan perusahaan tambang kembali menguat. Imbal hasil obligasi inti di Eropa menguat lebih tinggi. Indeks Komoditi Bloomberg memperpanjang kenaikan beruntun terpanjang di lebih dari 12 tahun karena minyak, emas dan tembaga membukukan kenaikan.
Indeks saham di Asia mayoritas ditutup bervariasi dengan pelemahan dialami indeks Jepang Nikkei (-0.56%) dan TOPIX (-0.59%) dan penguatan dialami indeks Hangseng (+0.90%) dan Shanghai (+0.69%) serta KOPSI (+1.26%). Tolak ukur MSCI Asia Pasific menguat menuju rekor tertinggi menjelang liburan tahun baru seiring optimisme investor menanggapi window dressing tahun ini.