INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kerusakan lahan gambut bisa menyebabkan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia berkurang dikarenakan kenaikan muka air laut yang mengakibatkan pulau tenggelam, kata Direktur Wetlands International Indonesia I Nyoman Suryadiputra.
"Begitu gambut hilang, tidak ada lagi itu namanya ZEE, kawasan NKRI akan berubah semua," kata Nyoman dalam diskusi tentang perlindungan gambut di Jakarta, Rabu (27/12/2017)
Nyoman memaparkan gambut yang berada di pesisir terdapat di bagian bawah hutan-hutan bakau.
Ketika hutan bakau ditebang dan dialihfungsikan untuk perkebunan dengan membuat kanal drainase pada lahan gambut akan membuang air yang tersimpan dalam gambut.
Di saat gambut kering, kata Nyoman, daratan lahan gambut akan amblas dan menyebabkan muka air laut naik.
Ketika daratan terendam, di situlah potensi mengubah bentuk suatu pulau yang bisa mengubah luasan ZEE yang dimiliki Indonesia. Lahan gambut yang terletak di pesisir Indonesia, kata Nyoman, banyak terdapat di Pulau Sumatera dan Papua.
"'Mangrove' di Papua, Sumatera berasosiasi dengan gambut. Begitu 'mangrove' dibuka gambut rusak," ucap Nyoman seperti dilansir Antara.
Dia menerangkan wilayah-wilayah yang daratannya berpotensi terendam karena kerusakan gambut dan bisa mengurangi luas ZEE ialah Kabupaten Bengkalis Riau, Pulau Pedang Riau, dan Kota Tebing Tinggi Sumatera Utara yang bertetanggaan dengan wilayah Malaysia.
ZEE ialah zona dengan luas 200 mil dari garis pantai yang memberikan hak kepada suatu negara untuk memanfaatkan kekayaan alam dan juga masuk dalam wilayah negara.