INDUSTRY.co.id - Semarang-Pemua desa, Trisno, memilih tetap tinggal di desanya yang berada di  lereng Gunung Telomoyo, Getasan, Semarang. Pilihannya tersebut, untuk mengembangkan desanya agar menjadi lebih maju terutama dari sisi wisata dan mendongkrak aktifitas perekonomian warga sekitar.

Berkat dukungan Astra, Trisno membagun desanya menjadi sentra wisata yaitu Desa Menari yang saat ini sudah kebanjiran wisatawan domestik dan asing. Dukungan Astra diperoleh setelah ia menjadi juara pada event Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU) Indonesia Awards 2015 untuk kategori Lingkungan. 

“Dapat dana dari Astra Rp55 juta,  kami gunakan untuk membuat ruang pertemuan. Sekarang kita juga ada area outbond selain pertunjukan tarian,” ujar dia saat penulis berkempatan mengunjungi Desa Menari bersama romongan media gathering Astra di Semarang, Kamis  (7/12/2017) lalu.

Trisno alumnus dari  Universitas Muhammadiyah Surakarta Jurusan Psikologi membeberkan alasan membangun desanya, karena desanya saat itu tertinggal. Dampaknya perekonomian warga setempat tidak berkembang. Apalagi lulusan pendidikan Desa Tanon tempat ia tinggal rata-rata berpendidikan paling tinggi tingkat SD.

“Tingkat ekonomi masyarakat yang menengah kebawah, bahkan banyak rumah tangga miskin,  anak muda banyak bekerja di sektor non formal dan buruh lepas. Kalau tidak diatasi akan terjadi los generasi penerus profesi orang tua sebagai petani atau peternak,” katanya.

Dalam penuturannya,  pada tahun 2013 desa ini didatangi 2.500 pengunjung dan tahun 2014 mencapai 3 ribu pengunjung. Bahkan dua negara, Filipina dan Singapura sudah mengunjungi Desa Menari pada 2017.

“Harapannya pemuda banyak yang berkarya di kampung halaman sendiri, sehingga laju perkembangan desa lebih dinamis. Harapan selanjutnya bisa bahu-membahu mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berdikari,” katanya.

Dalam pengamatan Industry.co.id, Desa yang asri nan rindang tersebut, mulai menggeliat aktifitas ekonominya. Itu bisa dilihat dengan adanya sentra oleh-oleh Desa Menari, mulai dari hasil kebun maupun yang sudah diolah menjadi makanan jadi, bahkan sudah dikemas sedemikian rupa agar menjadi daya tarik bagi wisatawan yang hendak membeli oleh-oleh.

Waktu dalam kunjungan tersebut, Trisno menampilkan tarian yang unik yang diperagakan oleh anak-anak kisaran usia 5 sampai 12 tahun. Tarian yang menjunjung nilai-nilai luhur desa. Tertarik dengan Desa Menari, silahkan datang dan saksikan kemandirian desa ini.