INDUSTRY co.id -Jakarta - Modalku dan PEFINDO Biro Kredit (PBK), sebagai lembaga pengelola informasi kredit, mengumumkan kerja sama guna membangun infrastruktur P2P lending yang lebih efisien dan data-driven.
Kerja sama ini memberikan Modalku akses terhadap laporan perkreditan PEFINDO Biro Kredit, yang berisi riwayat kredit, score dan latar belakang calon peminjam. Informasi dari PEFINDO Biro Kredit akan melengkapi data Modalku, sehingga kualitas analisis kredit meningkat dan semakin akurat.
Dengan analisis kredit yang lebih cepat dan tepat, Modalku dapat mendukung semakin banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal yang berkualitas. Peminjam yang belum memiliki riwayat keuangan di sistem keuangan nasional dimungkinkan untuk mendapatkan akses pembiayaan.
Kemitraan ini juga meningkatkan efisiensi dan menurunkan risiko bagi pemberi pinjaman, sebab laporan PEFINDO Biro Kredit dapat dimanfaatkan dalam melakukan penilaian atas permohonan pinjaman yang masuk sehingga mengurangi terjadinya risiko gagal bayar.
Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, Hendrikus Passagi mengatakan, kerja sama Modalku sebagai penyelenggara Fintech Lending dengan Pefindo Biro Kredit sebagai penyelenggara asesmen risiko kredit bagi individu atau lembaga, merupakan model kolaborasi yang terus didorong agar dalam jangka pendek dapat segera menciptakan ekosistem industri FinTech yang sehat.
"Dalam jangka menengah mampu memberi dukungan yang maksimal bagi terbentuknya ekosistem ekonomi digital, dimana di dalamnya terdapat industri E-Commerce yang akan menjadi salah satu kekuatan perekonomian Indonesia di masa mendatang," ungkapnya
Kerja sama ini juga merupakan momentum untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Pefindo Biro Kredit memiliki pengalaman yang sangat kuat dalam menganalisis profil risiko kredit berdasarkan kinerja keuangan masa lalu.
Sementara Modalku dengan teknologi informasi dan alogaritma terkini, memiliki keunggulan dalam menganalisis profil risiko berdasarkan informasi publik yang tersedia diberbagai sistem pembayaran, provider telekomunikasi, media sosial dan toko online.
Melalui kerja sama ini, akan terjadi mekanisme pertukaran data secara cepat, dan akan semakin meningkatkan kualitas analisis risiko kredit dari kedua belah pihak. Kami mendorong agar seluruh penyelenggara fintech lending dapat dengan segera mengikuti model kerjasama ini jelas Hendrikus
Chief Risk Officer Modalku, Stefanus Warsito mengatakan, kebutuhan pinjaman segmen UMKM di Indonesia sangat tinggi. Saat ini industri perbankan sudah menyalurkan pinjaman kepada mereka dan kehadiran P2P lending akan menyediakan solusi pinjaman alternatif yang dapat membantu perkembangan bisnis UMKM.
"Dengan begitu, P2P lending menjadi komplemen bank dalam mendukung inklusi keuangan dan ekonomi Indonesia. katanya.
Mengenai kerja sama Modalku dengan Pefindo, Warsito menambahkan, pihaknya menyediakan yang terbaik bagi kedua pihak user Modalku, baik peminjam maupun pemberi pinjaman.
"Selama ini, kami menggunakan teknologi terkini dan data alternatif dalam analisis kredit, tetapi kami selalu ingin lebih baik lagi. Kemitraan dengan Pefindo meningkatkan kualitas infrastruktur P2P lending, karena akan lebih mudah bagi kami untuk menemukan UMKM yang berkualitas dan pantas mendapatkan pinjaman. Kerja sama ini juga meningkatkan keamanan bagi pemberi pinjaman. Ditambah pula, Modalku dan Pefindo sedang menjalankan suatupilot project yang didukung OJK. ungkapnya.
Yohanes Arts Abimanyu, Direktur Utama PEFINDO Biro Kredit mengatakan, melalui kerja sama ini, ia berharap layanan data perkreditan PEFINDO Biro Kredit yang akurat dan bernilai tambah dapat mendukung kemajuan ekosistem keuangan Indonesia.
"Dengan adanya layanan PEFINDO Biro Kredit, diharapkan dapat mendorong UMKM yang sebelumnyaunbankable menjadi bankable," ungkapnya.
Yohanes menambahkan, melalui informasi yang disajikan, kredibilitas calon debitur dapat diketahui secara lengkap dan cepat melalui data historis riwayat pembayaran kredit yang dimiliki, guna mempermudah analisis pemberian fasilitas kredit.
"Layanan kami juga dilengkapi dengan score, informasi kategori risiko calon debitur dan pengukuran kemungkinan gagal bayar (probability of default) yang dapat mengurangi potensi timbulnya non-performing loan serta meningkatkan efisiensi biaya operasional.
Sedangkan bagi masyarakat, tambahnya, score atau report individu yang dimiliki dapat mencerminkan reputasi kreditnya serta membangun perilaku positif untuk senantiasa bertanggung jawab terhadap kewajiban keuangannya, sekaligus sebagai mekanisme kontrol atas kebenaran dan keakuratan data.