INDUSTRY.co.id, Kuningan - Untuk meningkatkan perekonomian di daerah Kuningan, Jawa Barat masyarakat Desa Babakanmulya RT 05 RW 02, Cigugur Kuningan, Jawa Barat ada sebuah sanggar dimana terdapat tempat membuat kerajinan dari batang pohon. Yaitu bernama Sanggar Kreatif Kharisma Alam.

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada Sabtu (23/12/2017), Industry.co.id bersama Kementerian Pariwisata bersama Forum Wartawan Pariwisata berkesempatan mengunjuni sanggar yang merupakan tempat penghasil cendera mata yang ada di Kuningan ini.

Sanggar yang dipimpin oleh Sharudin Kibro yang merupakan seniman juga, bersama dengan para pegawainya Ia dapat menghasilkan karya-karya yang bagus seperti model ukiran kuda, kujang, lafaz Allah, gantungan kunci hingga meja dan kuris dan masih banyak lagi. Uniknya, Sharudin membuat ukiran ini tidak menggunakan pohon atau kayu tetapi, menggunakan berbagai limbah yang ada.

"Kita menggunakan limbah bekas potongan kayu atau akar yang dijadikan ukiran cendera mata," kata salah satu pegawai Sanggar Kreatif Kharisma Alam, Sakri, kepada Industry.co.id, Sabtu (23/12/2017).

Sakri mengatakan, di Kuningan masih banyak limbah-limbah sisaan kayu dan biasanya ada yang bawa ke sini. "Limbah kayu yang biasa digunakan ada tiga macam yaitu kayu jati, mahonio dan pinus. Tetapi, untuk hasil yang bagus biasanya menggunakan kayu pinus karena serat-seratnya bagus dan cantik," sambungnya.

Sanggar Kreatif Kharisma Alam ini menerima berbagai pesanan, dan biasanya juga mereka mengikuti berbagai pameran kesenian. "Biasanya ada yang pesan ke sini, dan untuk ukurannya bermacam-macam sesuai permintaan mereka. Sedangkan kalau ikut pameran pernah di Jakarta dan Surabaya," cerita Sakri.

Untuk satu ukiran dibanderol berbagai harga mulai yang paling murah Rp 150 ribu hingga Rp 9 juta. "Tergantung tingkat kesulitan pembuatannya. Waktu itu ada yang pesan dibentukkan seperti kuda asli, ya itu seharga Rp 9 juta," bebernya.

Dalam sehari, Sanggar Kreatif Kharisma Alam ini dapat membuat 30 hingga 40 ukiran. "Biasanya kita habiskan dulu pembuatannya yang dipesan orang-orang, baru nanti kita akan buat stoknya untuk di depan," lanjut Sakri.

Tetapi, sayangnya ukiran yang kreatif ini belum menyentuh ke dalam mancanegara, dan Sakri berharap bisa sampai ekspor ke luar negeri.

"Belum sampai eskpor, ya Kami berharap kerajinan ini bisa di ekpor hingga ke luar negeri," pungkasnya, Sakri.