INDUSTRY co.id -Jakarta - PT Pertamina (Persero) melakukan penandatanganan amendemen (MoU) pengelolaan blok minyak dan gas bumi (Migas) milik Sonatrach di Aljazair.

Advertisement

Berdasarkan keterangan tertulis kepada media di Jakarta, Sabtu (23/12/2017), Penandatanganan tersebut menandai peningkatan hubungan baik dan penguatan kerja sama antarkedua perusahaan migas tersebut yang dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik dan CEO Sonatrach Abdelmoumen Ould Kaddour di Aljir, Aljazair. 

Amendemen ini merevisi MoU sebelumnya yang ditandatangani pada September 2016. Melalui kesepakatan baru ini, Sonatrach membuka peluang bagi Pertamina untuk menjajaki potensi migas baru di Aljazair.

Advertisement

Potensi ini mencakup pengembangan aset eksisting serta pengembangan aset baru yang memiliki potensi produksi hingga 20.000-30.000 barel per hari, dengan total reserve lebih dari 100 MMBO.

Setelah MoU ini diteken, Pertamina dan Sonatrach akan memfinalisasi kesepakatan dan melakukan settlement commercial terms untuk selanjutnya mengajukan Plan of Development kepada otoritas migas di Aljazair.

Advertisement

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik, menyatakan, MoU ini membuka peluang bagi kedua perusahaan untuk menjajaki usaha baru. Baik di hulu, maupun hilir, termasuk menggarap potensi LNG serta LPG.

"MoU ini menjadi bukti kepercayaan mitra kami, di mana Pertamina dinilai serius menggarap lapangan di luar negeri, khususnya 3 lapangan di Aljazair. Upaya ini sekaligus menunjukkan keseriusan Pertamina dalam memperluas operasi bisnis hulu di luar negeri untuk menambah cadangan dan produksi migas nasional," jelas Massa.

Advertisement

Hal senada disampaikan CEO Sonatrach, Abdelmoumen Ould Kaddour, ingin terus melanjutkan kerja sama dengan Pertamina untuk memperkuat hubungan baik yang telah terjalin selama ini.

Menurutnya Pertamina adalah perusahaan yang mumpuni dan berasal dari negara yang mirip dengan Aljazair.

Saat ini, Pertamina memiliki tiga lapangan di Aljazair, di mana di lapangan tersebut Pertamina melalui anak perusahaannya PIEP (Pertamina International EP) menjadi operator dengan hak kelola 65% di Lapangan MLN. Pertamina juga memiliki hak kelola di lapangan EMK sebesar 16,9% dan di lapangan OHD sebesar 3,73%.