INDUSTRY.co.id - Jakarta, Tahun 2017 jadi tahun yang cukup berat untuk pertumbuhan industri ritel Tanah Air. Beberapa ritel besar baik dalam maupun luar negeri berbondong-bondong menutup gerainya di Indonesia.

Advertisement

Namun, menyongsong tahun 2018 yang juga menjadi tahun politik, ada keyakinan para pelaku usaha ritel akan pertumbuhan industrinya.

Hal tersebut juga diyakini General Manager Green Pramuka Square, Liza Monalisa yang meyakini industri ritel Tanah Air akan kembali bergairah di tahun depan.

Advertisement

"Kita cukup optimis untuk menatap tahun depan, dan kita sudah siapkan inovasi dan strategi. Buat kami tahun politik tak jadi masalah," ujar Liza kepada INDUSTRY.co.id di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Green Pramuka Square yang diresmikan sejak tanggal 21 Desember 2016, dengan luas tahan mencapai 37 ribu meter persegi sudah menjadi pilihan untuk para penghuni apartemen maupun masyarakat sekitar untuk sekedar menhabiskan waktu berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Advertisement

"Selain itu, letak kami yang cukup strategis menjadikan Green Pramuka Square menjadi salah satu pilihan untuk meeting point," terangnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, dari keseluruhan ruang sewa sudah 85 persen terisi. Luasan rata-rata sewa kurang lebih 1000 meter persegi, dengan range harga mulai dari Rp250-300 ribu per meter persegi.

Advertisement

"Saat ini sudah ada sekitar 60 tenat di Green Pramuka City, dengan komposisi 60 persen untuk F&B dan 40 persen lifestyle," kata Liza.

Untuk menarik pengunjung, lanjutnya, kedepan kita akan terus selalu berinovasi dan kita akan lebih berfokus ke arah lifestyle. 

"Saat ini kurang lebih ada 14 ribu pengunjung saat weekend dan 10 ribu pengunjung di saat weekdays," ucapnya

Liza berharap dengan perhelatan pokitik bisa menggairahkan kembali industri ritel Tanah Air. "Kami yakin tahun depan akan menjadi tahun yang cukup baik untuk kami dan industri ritel di Indonesia," tutup Liza.