INDUSTRY co.id -Surabaya - Kondisi pariwisata Bali yang belum sepenuhnya pulih yang disebabkan penetapan status Gunung Agung, berdampak pada penjualan Bahan bakar jet avtur (aviation turbine) PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V yang mengalami penurunan penjualan hingga 35% akibat minimnya maskapai internasional yang mendarat di Bandara Ngurah Rai Bali.
"Efek erupsi Gunung Agung saat ini masih dirasakan sektor wisata, turis asing masih takut ke Bali. Tak hanya Bali, pulau Lombok pun kini ikut sepi. Dampak langsungnya tentu saja kebutuhan avtur untuk penerbangan pun ikut merosot," ungkap General Manager Pertamina MOR V, Ibnu Chouldum di Surabaya, Rabu (20/12/2017).
Ia mengatakan, pada Juamt besok (22/12/2017) adalah puncak mudik dan avtur akan diprediksikan naik 7 % dari biasanya, yang kebutuhannya per hari biasanya 1.200 Kilo Liter (KL) menjadi 1.400 KL per hari saat liburan natal dan tahun baru untuk wilayah Jatim. Tetapi kenaikan itu tidak akan terjadi untuk kebutuhan avtur di Bali.
"Omset kami jelas turun, karena hari biasa kebutuhan avtur di Bali mencapai 2.200 hingga 2.400 KL per hari. Sekarang tinggal 1.600-1.800 KL per hari, bahkan liburan natal dan tahun baru kali ini pun tak mampu menggenjot penurunan ini," tandasnya.(bj)