INDUSTRY.co.id -Jakarta - Menjelang tahun 2018 sejumlah tantangan dan peluang industri pariwisata mulai bagus dan berkembang pesat hal ini disamapaikan oleh Hariyadi Sukamdani, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia.
"Insya Allah, masih bagus kalau lihat trennyadi tahun 2018," kata Hariyadi Sukamdani, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, kepada Industry.co.id, dalam acara Rakornas Pariwisata IV di The Hall Kasablanka, Kota Kasablanka, Jakarta, Selasa (12/12/2017).
Selain itu, menanggapi erupsinya Gunung Agung di Bali, Ia mengatakan bahwa tahun 2018 ini merupakan suatu pekerjaan yang besar untuk memperbaiki pariwisata di Bali.
"Tahun 2018 saatnya untuk pekerjaan yang besar dengan merecovery (memperbaiki) Bali dan, juga mendorongnya untuk tumbuh," lanjutnya.
Karena, tambah Dia, akibat Gunung Agung, Bali bandaranya sudah tutup, itu masalah yang berat. Beda sama dengan bom di Bali waktu itu yang tidak samapi bikin bandara tutup.
"Oleh karena itu, ini yang kita coba buat strateginya, karena Bali itu penting. Jadi, kita recovery Bali dengan kasih bidding sebanyak-banyaknya kepada wisatwan nusantara dan wisatawan mancanegara, khususnya di ASEAN," jelas Hariyadi.
Menurutnya, adapun strategi lain untuk mendorong industri pariwisata pada tahun 2018."Selain Bali, daerah-daerah lain masih akan tetap kita dorong semuanya. Lalu ada destinasi digital serta kolaborasi dengan melibatkan perusahan-perusahaan lain," ujarnya.
Sementara, untuk ekonomi global sendiri, Ia sangat optimis dan menurutnya peluang industri pariwisata pada tahun 2018 tidak berpengaruh terhadap ekonomi global.
"Insya Allah sih ngga pengaruh, justru Kita malah jadi penyumbang pertumbuhan ekonomi. Karena target kita utamanya dari wisman," tandasnya, Hariyadi Sukamdani.