INDUSTRY.co.id - Bogor - Presiden Joko Widodo membuka Silaturahmi Kerja Nasional Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) dengan membahas pentingnya menjaga persatuan masyarakat Indonesia dan peran Indonesia di kancah internasional.
"Inilah yang selalu saya ulang-ulang, di mana-mana. Untuk menyadarkan kita bahwa kita ini memang negara besar, bukan negara kecil," kata Presiden Jokowi dalam sambutan pembukaannya di Ruang Garuda Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/12/2017)
Menurut Presiden Jokowi, beberapa kali saat bertemu dengan kepala negara lain dia menyampaikan betapa majemuknya suku, agama, dan bahasa yang ada di Indonesia antara lain kepada Presiden Afghanistan Ashraf Gani.
Presiden Jokowi menjelaskan Asraf terpukau dengan luas wilayah dan ragam bangsa di Indonesia dan berpesan kepada Jokowi untuk berhati-hati menjaga persatuan.
Bahkan, Asraf mengatakan ingin belajar dari Indonesia bagaimana menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Wathoniyah, dan ukhuwah Insaniyah masyarakat Muslim.
Selain itu, Presiden meminta para anggota ICMI untuk mendetilkan konsep ekonomi pasar Pancasila yang sebelumnya dipaparkan oleh Ketua Dewan Kehormatan ICMI BJ Habibie.
"Beliau akan menyampaikan ke saya kalau sudah ketemu rumusan perencanaan dan detilnya seperti apa sehingga saya ini kan bagian pelaksana saja, untuk mengimplementasikan dari perencanaan-perencanaan yang ada," ujar Presiden terkait ide dari Habibie.
Kemudian Jokowi juga menyampaikan tentang tingkat kesenjangan pembangunan infrastruktur di Indonesia yang masih begitu timpang sehingga pemerintah bertekad membangun jalan, pelabuhan, bandara untuk menyambungkan tempat-tempat terpencil.
Presiden memaparkan salah satu contoh pembangunan infrastruktur seperti jalan Trans Papua yang dibangun bertujuan untuk meningkatkan kesetaraan kesejahteraan.
Selain itu, tekad mewujudkan BBM satu harga serta penurunan harga barang pokok seperti semen juga dilakukan oleh pemerintah.
Kepala Negara mengatakan dengan terbangunnya jalan Trans Papua, setidaknya dapat menurunkan tingkat harga logistik yang juga menurunkan harga barang kebutuhan.
"Yang paling penting menurut saya bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ini betul-betul bisa kita implementasikan dengan pembangunan-pembangunan yang sekarang ini kita lakukan," tegas Presiden.
Dalam penutupannya, Presiden meminta tokoh-tokoh ICMI terus memberikan sumbangsih pemikiran-pemikiran yang bermanfaat bagi bangsa dan negara di tengah kompetisi global.