INDUSTRY.co.id, Jakarta - Perusahaan asuransi, BNI Life memperkirakan pada tahun 2018 industri asuransi di Indonesia tetap tumbuh diatas pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal tersebut dikarenakan tumbuhnya kelas menengah atas dan kepedulian masyarakat terhadap asuransi meningkat.
“Industri bisnis secara umum naik 20 persen, pasarnya masih sangat menjanjikan berdasarkan survei. Untuk target bisnis kesehatan fokus kami tetap sinergi dengan induk usaha,” kata Plt Direktur Utama BNI Life Geger Maulana dalam peringatan HUT ke 21 BNI Life, di Jakarta, Selasa (28/11/2017).
Dikatakannya laba BNI Life sampai kuartal ketiga tahun 2017 mencapai Rp 233 miliar. Angka ini naik 92 persen dibandingkan tahun lalu. Produk yang akan dijual di tahu 2018, fokus pada regular permanen, single premium serta pembukaan lounge di beberapa Rumah Sakit bagi pelanggan VIP BNI Life.
"Jajaki di rumah sakit besar sekitar 1-2 tahun kedepan. Minimal di kota besar," ucapnya.
Geger menjelaskan, asuransi kesehatan ini merupakan bisnis kumpulan untuk nasabah VIP Koorporasi. Nasabah ini disepakati dengan direktur SDM masing-masing untuk melakukan medical check up, layanan, kecepatan dengan prioritas, dokter spesialis dan dikalkulasi dalam premi.
Dalam perayaan HUT ke 21, BNI Life menegaskan juga untuk mentargetkan generasi milenial yang saat ini masuk usia produktif (21-40 tahun).
Menurut Geger, generasi milenial adalah generasi yang siap early adopter produk keuangan, termasuk di dalamnya asuransi. Beberapa studi menunjukkan prioritas keuangan generasi ini selain pengeluaran wajib regular (hidup, cicilan rumah/kendaraan), mereka juga mengalokasikan dana lebih terhadap beberapa produk keuangan (tabungan, investasi, hari tua), serta gaya hidup
BNI Life, memasuki usia ke 21, siap membantu menginspirasi dan memfasilitasi generasi millenial lndonesia menjadi Generasi Siap lndonesia untuk menyiapkan rencana perlindungan bekal hidup masa depan mereka.