INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto hari ini, Selasa (28/11/2017) meresmikan Pabrik PT Sokonindo Automobile dan Peluncuran Produksi Pertama Glory 580 di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten.

Advertisement

Dalam sambutannya, Menperin mengucapkan selamat dan mengapresiasi kepada PT Sokonindo yang mampu memproduksi kendaraan angkutan penumpang jenis SUV dan kendaraan jenis pick up dengan merek sendiri, Sukon.

"Hal ini membuktikan komitmen penuh PT Sokonindo yang menjadikan Indonesia sebagai basis produksi di Asia Tenggara serta mampu memenuhi kebutuhan pasar otomotif di seluruh dunia," ujar Airlangga.

Advertisement

Ia menambahkan, Kementerian Perindustrian sangat menghargai PT Sokonindo yang berperan penting terhadap pembangunan industri dan bisnis otomotif di Indonesia.

"Dengan peresmian pabrik baru ini, ke depan sya akan terus mendorong PT Sokonindo untuk meningkatkan investasi, lebih banyak inovasi, menambahkan penyerapan tenaga kerja, dan melibatkan lebih banyak mitra lokal dalam kegiatan industri," terangnya.

Advertisement

Airlangga mengungkapkan, Indonesia merupakan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara. Pada tahun 2016, industri otomotif dalam negeri memproduksi sebanyak 1,1 juta unit mobil.

"Aktivitas usaha sektor otomotif mulai dari sektor hulu yang meliputi industri bahan baku dan industri perakitan kendaraan bermotor hingga sektor hilir seperti jasa purna jual dan pembiayaan, sangat besar kontribusinya terhadap perekonomian nasional," tegasnya.

Advertisement

Oleh karena itu, industri otomotif menjadi salah satu sektor yang diprioritaskan pengembangannya sesuai Kebijakan Industri Nasional.

"Dengan kapasitas produksi nasional sebesar 2,2 juta unit mobil per tahun, industri otomotif dalam negeri perlu memaksimalkan potensi tersebut agar memiliki daya saing yang lebih tinggi," kata Menperin.

Menurutnya, potensi kapasitas produksi ini dapat dimaksimalkan untuk pengembangan produksi kendaraan LCEV serta menggunakan platform yang memenuhi kebutuhan domestik sekaligus permintaan pasar ekspor ke seluruh dunia.

"Peningkatan pada utilisasi kapasitas produksi industri dalam negeri, investasi baru dan perluasan, transfer teknologi, penyerapan tenaga kerja, serta Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) merupakan tujuan yang harus kita wujudkan bersama," tutupnya.