INDUSTRY co.id - Jakarta-Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersilaturahim ke Pondok Pesantren Nuu Waar, di Bekasi. Pondok ini mayoritas menampung suku asli Papua yang dipimpin juga oleh warga Papua.
Laksamana Pertama TNI AL Suprayitno mengatakan, anak-anak didik di Pesantren ini diharapkan menjadi pemimpin negeri ini di masa depan.
"Ada hal yang saya sampaikan, kehadiran kami merupakan dambaan kita semua termasuk kita semua mengharapkan jadi penerus pendahulu kita," kata dia di Bekasi Kamis kemarin sore, ditulis Jumat (24/11/2017).
Ia menyampaikan pula ke para santri, agar belajar dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh ilmu menguasai dunia. Salah satu alat untuk menguasai dunia adalah bahasa.
"Kenapa harus menguasai dunia, jawabnya dunia dikuasai karrna kita dikirim sebagai wakil Allah di dunia," katanya.
Jenderal bintang satu ini, sangat mengagumi baik pemimpin pesantren dan santri-santrinya. Nampak rombongan TNI dari berbagai kesatiuan ini sumringah menyaksikan aura kebangsaan santri asal Papua.
Pasalnya pada prosesi acara dilantuntan lagu kebangsaan Indonesia, bahkan para santri mengibarkan bendera merah putih yang terbuat dari lidi di tangan masing-masing.
"Ada anggapan Pesantren tempat radikalisme adalah salah, yang menganggap itu berarti pengetahuannya belum sampai," katanya.
Pimpinan Pondok Pesantren Nuu Waar, Ustad Fadlan Garamathan mengatakan, kehadiran TNI yang sedang diklat bahasa ke pesantrennya untuk menguatkan kebangsaan.
"Masyarakat dan TNI tidak bisa dipisahkan, para TNI yang lagi diklat bersilaturahim ini dapat menguatkan kebangsaan dan jati diri anak bangsa. Kami berharap jika ada bela negara, libatkan kami supaya anak anak tahu alat alat angkatan laut maupun darat," katanya.