Desas Desus Mobil Menabrak Tiang

Oleh : Jaya Suprana | Minggu, 19 November 2017 - 06:30 WIB

Mobil yang ditumpangi Setya Novanto menabrak tiang listrik (foto Kompas.com)
Mobil yang ditumpangi Setya Novanto menabrak tiang listrik (foto Kompas.com)

INDUSTRY.co.id -  Jakarta, 17 NOVEMBER 2017, MSN.com memberitakan bahwa Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menetapkan tersangka kepada Hilman Mattauch yang diketahui berstatus kontributor Metro TV.

Dia diduga lalai mengemudikan mobil hingga menyebabkan kecelakaan yang dialami Ketua DPR RI, Setya Novanto (Setnov).  Don Bosco Selamun, Pemimpin Redaksi Metro TV, angkat bicara menanggapi banyaknya pemberitaan atau informasi yang beredar atas kasus ini.

Eksklusif

Menurutnya, keterlibatan Hilman dalam kecelakaan tunggal yang menimpa Setnov berlatar belakang penayangan Wawancara Eksklusif.  Pada hari Kamis, 16 November 2017, News Gathering/peliputan Metro TV mengeluarkan penugasan kepada beberapa tim reporter/kontributor untuk menemukan dan berupaya keras untuk mendapatkan wawancara/peliputan eksklusif bersama Setya Novanto yang tidak diketahui keberadaannya sejak ada upaya Penahanan oleh KPK pada hari Rabu, 15 November 2017 atau membawanya ke Studio Metro TV untuk sebuah wawancara eksklusif.

Setelah melalui berbagai upaya untuk mencari tahu keberadaan Setya Novanto, pada Kamis, tanggal 16 November 2017 sore, Hilman Mattauch yang berstatus sebagai kontributor Metro TV, melapor kepada Koordinator Liputan bahwa ia telah menghubungi Setya Novanto dan menyampaikan bahwa Setya Novanto merencanakan untuk memenuhi panggilan KPK pada malam harinya. Selanjutnya, setelah melalui upaya negosiasi Hilman mendapatkan wawancara eksklusif bersama Setya Novanto melalui sambungan telpon yang ditayangkan pada program Primetime News Metro TV.

Pusing

Wartakotalive.com memberitakan bahwa Satlantas Polrestro Jakarta Selatan dibuat pusing dengan kabar kecelakaan Ketua DPR RI Setya Novanto yang sangat tiba-tiba itu. Sampai pukul 20.30, polisi masih mencari tahu di mana tepatnya mobil Toyota Fortuner hitam yang ditumpangi Setya Novanto menabrak.

"Masih simpang siur. Ada yang bilang dekat Pos Pengumben, ada yang bilang di Permata Hijau. Macam-macam," kata Kasat Lantas Polrestro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Edy Surasa.

Dari rekaman video yang diterima Warta Kota, terlihat Fortuner hitam bernomor B 1172 ZLO menabrak sebuah tiang yang berada di trotoar jalan. Dari video tersebut, terlihat juga bahwa mobil tersebut bukan mengalami kecelakaan di jalan protokol atau jalan utama, karena lalu lintasnya cenderung sepi. Sekilas, mobil yang ditumpangi pria yang sedang jadi buruan KPK itu seperti mengalami kecelakaan di dalam kompleks perumahan.  

Setya Novanto dikabarkan tidak sadarkan diri usai peristiwa tersebut dan menjalani perawatan di RS Medika Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.  Padahal, sebelumnya berhembus kabar bahwa Setya Novanto akan menyerahkan diri ke KPK setelah menghilang dari rumahnya saat dijemput paksa di kediamannya di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017).

Medsos

Desas-desus yang beredar di medsos lebih fantastis dan simpang siur maka makin membingungkan.  Namanya juga desas-desus apalagi di dunia maya maka memang menarik tetapi tidak bisa dipercaya alias hoax atau lelucon tidak lucu bahkan fitnah.

Ada yang bilang bahwa Setya Novanto bersembunyi di rumah seorang wartawan di mana rumah tersebut adalah hadiah dari Setya Novanto.

Ada yang nuduh mobil yang dikendarai Setya Novanto adalah mobil bekas yang khusus dibeli untuk ditabrakkan ke tiang listrik. Bahkan ada yang fitnah bahwa tiang yang ditabrak adalah tiang listrik maka direktur PLN Jakarta telah ditangkap polisi atas tuduhan menegakkan tiang listrik di lokasi yang berbahaya sehingga ditabrak mobil yang ditumpangi Setya Novanto sehingga, menurut pengacara Setnov: "Wajah Setnov bengkak seperti bakpao".

Memang tidak dijelaskan mengenai pasal hukum apa yang digunakan polisi sebagai alasan untuk menangkap Direktur PLN Jakarta. Mungkin sengaja tidak dijelaskan agar pergunjingan menjadi polemik maka menjadi makin menarik sehingga lebih menarik ketimbang pergunjingan mengenai walk out terhadap Anies Baswedan di Kolese Kanisius.

_Penulis adalah pembelajar desas-desus_

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Gunung Agung Bali (Foto Ist)

Minggu, 21 April 2019 - 12:00 WIB

Gunung Agung Bali Kembali Erupsi

Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, kembali mengalami erupsi pada Minggu (21/4/2019) pukul 03.21 Wita dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak atau 5.142 meter…

Mentan Amran Sulaiman di peternakan ayam

Minggu, 21 April 2019 - 09:20 WIB

Sepuluh Alasan Jangan Remehkan Pertanian

Jakarta - Sektor pertanian di era digitalisasi semakin menarik dan digeluti banyak generasi muda. Era ini makin membuktikan bahwa pertanian tak lagi bisa diremehkan. Apalagi, digitalisasi dan…

Dirjen Hortikultura Suwandi. Sesama petani sayuran organik

Minggu, 21 April 2019 - 08:39 WIB

Kementan Genjot Pengembangan Sentra Sayuran Organik di Karanganyar

Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggenjot berbagai daerah agar menjadi sentra produksi sayuran organik, salah satunya sentra sayuran organik di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Hal…

TOTAL Synthetic Leather kembali menggelar kembali ajang kreativitas di bidang pemasangan jok mobil sekaligus mengumumkan kehadirannya di ajang pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019

Sabtu, 20 April 2019 - 21:31 WIB

TOTAL Kembali Gelar Lomba Pasang Jok Paten di IIMS 2019

TOTAL Synthetic Leather kembali menggelar kembali ajang kreativitas di bidang pemasangan jok mobil sekaligus mengumumkan kehadirannya di ajang pameran Indonesia International Motor Show (IIMS)…

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) memperingati hari ulang tahun ke 20 tahun Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK), di Gramedia Matraman, Sabtu (20/4/2019)

Sabtu, 20 April 2019 - 21:10 WIB

Hari Perlindungan Konsumen, Sektor Properti Paling Banyak Diadukan Konsumen

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) memperingati hari ulang tahun ke 20 tahun Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK). Dalam peringatan tersebut, pihaknya menyebut bahwa sektor perumahan…