INDUSTRY.co.id - Jakarta-Konon, milenial lebih pilih traveling ketimbang beli hunian. Milenial rela susah payah mengumpulkan uang demi membiayai liburan, tapi enggan menyisihkan sebagian penghasilannya agar punya hunian sendiri.

Advertisement

Tak banyak yang menyadari jika kebanyakan traveling bisa membuat mereka kian susah memiliki uang cukup untuk properti yang merupakan bagian dari masa depannya kelak. Sebaliknya, semakin banyak memiliki properti bisa membuka peluang traveling yang tidak terhingga.

Memahami tren pemikiran seperti ini, Rumah123 kembali menyelenggarakan Festival Properti Indonesia atau yang lebih dikenal dengan sebutan FPI. Ada yang menarik di FPI kali ini.

Advertisement

Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung mengungkapkan bahwa pameran properti yang akan dilaksanakan pada 14-19 November 2017 di Mall Kota Kasablanka ini bakal tebar biaya liburan.

"Kami sediakan biaya liburan bagi 10 milenial agar uang mereka bisa dipergunakan untuk membeli hunian idamannya," kata Untung dalam press konferensi FPI di Jakarta (9/11/2017).

Advertisement

Selain menanggung biaya liburan, lanjutnya, Rumah123 juga semakin membuka kemudahan membeli hunian bagi milenial lantaran pameran kali ini juga menggandeng proyek mulai dari harga Rp250 juta. Masih ada lagi, ada pula hunian yang membebaskan down payment (DP).

Guna mempermudah konsumen mendapatkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), anak perusahaan REA Group Australia ini menggandeng Bank Mandiri. Bank pelat merah ini menawarkan bunga kredit 5,9 persen fix satu tahun pertama dan 6,35 persen untuk dua tahun berikutnya.

Advertisement

"Dalam hitungan kami, properti seharga ini, dengan besaran bunga kredit dan perkiraan tenor dari bank yang sesuai untuk milenial, cicilan bulanannya menyamai uang kost per bulan,” ujar Untung

Untung berharap dengan adanya FPI ini, milenial tidak punya alasan untuk menunda beli hunian. Bukan cuma milenial, investor juga bakal senyum kegirangan.

FPI kali ini punya ragam properti dengan nilai investasi menarik yang harganya bervariasi. Yang termahal mencapai angka Rp6 miliar. FPI kali ini juga dikemas untuk membahas tren properti yang tengah menjadi sorotan di Jakarta. Adalah proyek hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD).

Gencarnya upaya pemerintah mensosialisasikan program ini mendorong Rumah123 merasa perlu memberikan bahasan dan informasi lengkap. Memahami sepenuhnya tentang dunia properti akan memperluas perspektif semua pihak tentang sektor yang konon tak pernah kenal dengan kata rugi ini.

"Menunda, di dunia properti, bukanlah pilihan tepat. Pilihannya nekat, atau kelak akan melarat. Yuk kita nekat!," tutup Untung.