INDUSTRY.co.id - Kupang- Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur H Anwar Pua Geno, mengatakan dalam rencana pembangunan jangka menegah dan panjang sebagian besar program fokus pembangunan infrastruktur dan pariwisata sebagai penopang dan pendorong ekonomi dan kesejahteraan.

"Provinsi NTT yang masih tertinggal dari 32 provinsi lain di Tanah Air, karena kemiskinan dan pengangguran serta ketimbangan pembangunan lainnya. Tidak salah apabila harus fokus pada dua sektor ini, selain sektor penunjang lainnya," katanya di Kupang, kemarin.

Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD NTT ini mengatakan hal tersebut terkait Tiga tahun kerja Presiden Jokowi-JK dan fokus Pengembangan Ekonomi dengan menggenjot sektor infrastruktur dan Pariwisata.

Indonesia di usianya ke-72 tahun dan NTT sebentar lagi akan memasuki 59 tahun tapi di berbagai bidang masih tertinggal dari daerah lainnya, sehingga untuk mendorongnya maka pembangunan infrastrktur dan pariwisata menjadi prioritas.

"Kedua sektor ini dipandang dapat menaikkan tingkat ketertinggalanya dan diyakini akan sejajar dengan daerah lainnya di Tanah Air," katanya.

Sektor pariwisata yang telah dijadikan leading sector bagi sektor-sektor lain untuk mendorong pertumbuhan dalam tahun berjalan di NTT, bahkan sebagai penyumbang devisa negara yang paling unggul di tahun 2019 mendatang.

“Sesuai analisis PDRB (Produk Domestik Regional Bruto), sektor penyediaan akomodasi dan makan minum berpotensi berkembang, unggul, dan mampu bersaing,”katanya.

Selain itu, berbagai momentum `mesin pariwisata juga sudah bergulir. Akan tetapi Badan Pusat Statistik (BPS) menetapkan NTT sebagai provinsi termiskin nomor tiga di Indonesia, dan di saat yang sama NTT juga memiliki sumber daya alam yang melimpah serta obyek dan destinasi wisata.

Sektor pariwisata dapat menjadi mesin penggerak sektor-sektor tersebut. Untuk itu dibutuhkan kajian yang mendalam dan deskripsi yang jelas terkait kondisi eksisting dan potensi pengembangan pariwisata dan serta keterkaitan dengan sektor ekonomi lainnya, katanya. (Ant)