INDUSTRY.co.id - Brusel- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam kunjungannya ke Belgia, menyaksikan penandatanganan tiga nota kesepahaman (MoU) antara para pelaku bisnis kedua negara di bidang pengembangan infrstruktur di Indonesia.
Sekretaris Pertama Pensosbud KBRI Brusel, Ance Maylany kepada Antara London, Kamis (12/10/2017) mengatakan, penandatangan kerja sama dilakukan pada acara High Level Roundtable Discussion yang diadakan Federasi Pengusaha Belgia (Federation of Belgian Enterprises - FEB) dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Luar Negeri, Duta Besar RI di Brussel dan Ketua Kadin Indonesia.
Sementara di pihak Belgia, hadir Duta Besar Belgia untuk Indonesia serta perwakilan dari Kemlu Belgia dan sekitar 25 orang CEO dari perusahaan besar di Belgia.
"Pertemuan diadakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kerja sama investasi dan dagang yang selama ini telah terjalin antara kedua negara," kata Ance Maylany.
Para CEO hadir mewakili perusahaan-perusahaan yang telah beroperasi ataupun ingin mengembangkan usahanya di Indonesia "Saya memahami apa kendala dan tantangan yang dihadapi anda saat ini ketika melakukan usaha di Indonesia," Wapres Jusuf Kalla.
Ketiga kerja sama yang disepakati antara PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) dengan PT Van Oord Dredging International Asia Pacific tentang kerja sama proyek pengembangan Kuala Tanjung.
Dalam jangka pendek, kerja sama tersebut fokus pada proyek pengerukan dan pembangunan terminal peti kemas.
Kedua antara PT Valdo Investama Siat Group tentang kerja samapengembangan perkebunan terpadu dan sentra bioteknologi di Maluku. Rencana investasi perusahaan mencapai 50 juta dolar AS.
Dalam jangka pendek, fokus pada pengembangan tanaman tropis, seperti rempah-rempah dan pengembangan sentra bioteknologi.
Sedangkan kerja sama ketiga antara PT Humpuss Intermoda Transportasi dengan Exmar NV tentang rencana pembentukan perusahaan patungan di bidang pengembangan dan pembangunan LNG Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) untuk mensuplai kebutuhan IPP PLTGU (Java 1 dan Tambak Lorok) milik konsorsium Pertamina, Sojitz dan Marubeni.
Rencana investasi proyek mencapai 400 juta dolar AS. LNG berasal dari kilang Pertamina di Bontang yang telah dipesan/dikontrak oleh PLN. Adapun, PPA sudah ditandatangani oleh PLN.