Penuruhan Harga Gas Industri Berdampak Positif Bagi Industri Keramik

Oleh : Ridwan | Kamis, 12 Oktober 2017 - 06:55 WIB

Industri Keramik (Ist)
Industri Keramik (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kementerian Perindustrian berniat memasukkan industri keramik ke dalam sektor yang mendapatkan insentif alokasi gas murah. Hal tersebut sekaligus memperluas porsi penurunan gas industri ke sektor swasta setelah selama ini didominasi perusahaan BUMN.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartato menyatakan, pihaknya telah mengajukan usulan kepada Kementerian ESDM mengenai jenis industri yang dalam waktu dekat akan mendapatkan penurunan harga gas lagi.

"Kami juga masih menunggu perkembangan dari Kementerian ESDM. Sebab, regulasinya nanti ada di mereka. Penurunan harga gas industri ini bukan hanya di hulu, tetapi juga hilir," kata Airlangga setelah rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, kemarin.

Airlangga menyatakan, industri keramik diusulkan mendapatkan penurunan harga gas lantaran penyerapan tenaga kerjanya tinggi. Selain itu, industri tersebut menggunakan bahan baku lokal, permintaan domestik tinggi, dan memiliki potensi ekspor.

Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016, pemerintah menetapkan tujuh industri yang akan mendapatkan fasilitas harga gas tersebut. Yakni, industri pupuk, petrokimia, olechemical, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet.

Penurunan harga gas industri merupakan bagian dari Paket Kebijakan Jilid III yang diumumkan pada Oktober 2015. Seharusnya, industri bisa merasakan penurunan harga gas sejak Januari 2016.

Nyatanya, hingga kini baru ada tiga jenis industri yang merasakan penurunan harga gas. Yakni, pupuk, petrokimia, dan baja. Itu pun belum berlaku untuk semua perusahaan di sektor tersebut.

Baru ada sembilan perusahaan yang menikmatinya, yakni PT Kaltim Parna Industri, PT Kaltim Methanol Industri, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Pupuk Kujang Cikampek, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Petrokimia Gresik, dan PT Krakatau Steel.

"Swasta juga sudah kami ajukan untuk mendapatkan penurunan harga gas. Seperti nanti di industri keramik kan hampir semuanya swasta," terangnya.

Sementara itu, wilayah yang mendapatkan alokasi penurunan harga gas industri adalah Medan dari USD 13,38 per mmbtu menjadi USD 9,95 per mmbtu. Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 434 K/12/MEM/ 2017. Hanya, menurut Airlangga, harga tersebut masih dinilai belum optimal.

"Otomatis pebisnis menagih karena persaingan semakin ketat. Salah satu untuk peningkatan daya saing selain di logistik kan di biaya energi," ucap Airlangga.

Seperti diketahui, pada semester pertama 2017, alokasi gas domestik mencapai 60,4 persen. Angka itu meningkat dibanding alokasi domestik pada 2016 yang mencapai 59 persen, 2015 sebesar 55 persen, dan pada 2014 hanya 53 persen.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pelabunan Kuala Tanjung Layani Pelayaran Peti Kemas Internasional

Senin, 30 Maret 2020 - 22:11 WIB

Robert MP Sinaga: Ekspor Perdana Pelabuhan Kuala Tanjung Merupakan Milestone KTMT

Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) yang dikelola oleh PT Prima Multi Terminal (PMT), anak perusahaan dari PT Pelindo 1 (Persero) melakukan pembukaan rute peti kemas internasional komersial…

Donasi PWI Jaya

Senin, 30 Maret 2020 - 21:10 WIB

PWI Jaya Peduli Salurkan Bantuan untuk Warga Kurang Mampu Terdampak COVID-19

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta berpartisipasi dalam upaya penanggulangan wabah virus corona penyebab penyakit COVID-19.

Ilustrasi PHK (ist)

Senin, 30 Maret 2020 - 20:45 WIB

Pengacara Korban PHK Sepihak Ajukan ke Pengadilan Hubungan Industrial

Ditengah pandemi Covid-19, Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) justru melakukan pemecatan sepihak kepada sejumlah tenaga ahli pada Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (TP2AK) Stunting.…

PGN (ist)

Senin, 30 Maret 2020 - 20:30 WIB

Bantu Penanganan Covid-19, PGN Anggarkan Dana Rp1,3 Miliar

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku subholding gas dan bagian dari BUMN menganggarkan dana sebesar Rp 1,3 Miliar untuk membantu penanganan COVID-19.

Mahasiswi UMN belajar lewat online

Senin, 30 Maret 2020 - 19:32 WIB

UMN Terapkan Aktifitas Bimbingan Kuliah Hingga Sidang Skripsi Dilakukan Secara Online

Wakil Rektor I UMN Bidang Akademik Friska Natalia mengatakan saat ini swluruh aktifitas perkuliahan, bimbingan, hingga sidang magang dan skripsi dilakukan secara online.