INDUSTRY.co.id - Jakarta, Industri pengendalian hama nasional masih memiliki peluang untuk tumbuh. Hal ini dikarenakan hampir semua sektor swasta di Tanah air menggunakan jasa pengendalian hama, baik dari sektor makanan dan minuman, pertambangan, perhotelan hingga minyak dan gas.
"Hampir semua sektor swasta menggunakan jasa kita. Saya pikir ini adalah suatu peluang yang sangat bagus yang harus kita manfaatkan," ujar Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI), Boyke Arie Pahlevi saat ditemui INDUSTRY.co.id di Menara Kadin, Jakarta (6/10/2017).
Ia menambahkan, secara nasional asumsi industri pengendalian hama kurang lebih sekitar Rp2 triliun. "Ini merupakan pasar yang sangat baik untuk industri pengendalian hama di Indonesia," tambahnya.
Lebih lanjut Boyke menjelaskan, saat ini kita lebih banyak bermain di sektor swasta, sekitar 90 persen sektor swasta telah menggunakan jasa kita. "Untuk sektor pemerintah, baru pemerintah pusat yang telah menggunakan jasa kita, sedangkan pemerintah provinsi atau kota masih sangat minim," terangnya.
Menurut Boyke, kurangnya edukasi terhadap pengendalian hama di tingkat provinsi kabupaten atau kota menjadi kendala tersendiri. Padahal, lanjut Boyke, regulasinya sudah ada, tetapi terkadang dalam implementasinya mereka masih kurang peduli terkait masalah pengendalian hama. "Ini semua butuh perjuangan yang sangat besar untuk menumbuhkan rasa kepedulian terkait pengendalian hama di tingkat provinsi kabupaten atau kota," kata Boyke.
Saat ini ada sekitar 700 perusahaan pengendalian hama secara nasional, dan lima perusahaan asing. Industri pengendalian hama merupakan bisnis regulasi, artinya regulasi terkait industri ini sangat lengkap. "Jadi memang industri ini dekat dengan regulasi, baik itu nasional dan Internasional ada menyebutkan kegiatan kita," imbuhnya.
Terkait investasi asing, Boyke mengungkapkan, tahun ini perusahaan pengendalian hama terbesar di Amerika (Orkin) sudah menginvestasikan dananya di Indonesia. "Untuk nilai nya saya belum tahu, yang saya dapat info mereka akan segera melakukan posisi dananya di tengah dan besar," ucap Boyke.