INDUSTRY.co.id - Jakarta, Perlindungan dan pelatihan sangat penting terhadap Industri Kecil Menengah (IKM). Salah satu bentuk perlindungan adalah dengan penyediaan bahan baku yang terjangkau harganya oleh IKM.
Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat menerima kunjungan dari Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (3/10/2017).
"Model pelatihan training of trainer juga kami lakukan guna menambah keahlian pelaku IKM," ujar Airlangga.
Seperti diketahui, untuk menumbuhkan populasi industri besar dan sedang, Kementerian Perindustrian terus mendorong penumbuhan populasi IKM melalui pelatihan atau bimbingan teknis kewirausahaan dan teknis produksi, bantuan start-up capital, dan pendampingan bagi IKM.
Sebelumnya, Airlangga mengatakan saat ini pasar industri sedang beralih dari offline menjadi online. Hal tersebut juga ditunjukkan dengan pertumbuhan penjualan ritel yang selama kuartal I/2017 anjlok hingga 20 persen.
"Pasar digital Indonesia saat ini nilainya US$12 miliar, lima tahun lagi akan meningkat 10 kali lipat. Industri kecil dan menengah harus mengikuti demand yang begitu besar ini. Apalagi Indonesia punya pasar kuat karena penduduknya banyak," tambahnya.
Airlangga mengatakan pasar online terus tumbuh karena lebih efisien dari sisi biaya yang harus dikeluarkan baik untuk membuka toko maupun melakukan promosi. Dengan masuk ke pasar digital, IKM diprediksi mampu mengerek pertumbuhan ekonomi nasional hingga 7 persen.
"Dengan memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan produknya secara online, pelaku IKM dapat memperoleh keuntungan yang lebih signifikan hingga 80% dan peluang menjadi inovatif akan meningkat hingga 17 kali lipat. Platform E-Smart ini sangat ringan tapi marketnya sangat luas," kata Airlangga.
Program E-Smart IKM merupakan usungan Ditjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin. Program E-Smart IKM menggandeng e-commerce yaitu Bukalapak untuk dapat menjadi tempat IKM memasarkan produknya. Saat ini, vendor Bukalapak mencapai 1,6 juta pelapak dengan 13 juta kunjungan per harinya.
Dirjen IKM Kemenerin, Gati Wibawaningsih menyampaikan pemerintah juga menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk dapat mengembangkan kemampuan memanfaatkan platform digital. Secara simultan, pemerintah juga menghubungan IKM dengan perbankan.
"Dalam pelatihan, aka nada materi soal strategi penjualan secara online, fotografi produk dan sekaligus registrasi penjualan online melalui e-commerce. Pelatihan diikuti IKM dari berbagai sektor seperti makanan dan minuman, furniture, logam, dan fesyen," ungkap Gati.