INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pada perdagangan Senin (2/10/2017), Indeks Harga Saham Gabungan siap mendapatkan katalis dari data inflasi yang akan dipublikasi Badan Pusat Statistik (BPS). IHSG bergerak dalam range 5813-5945.
"Mengawali bulan baru yang akan diisi dengan rilis data perekonomian baru, data inflasi yang disinyalir masih akan berada dalam kondisi terkendali, tentunya hal ini akan dapat menjaga serta menopang pola gerak IHSG hingga beberapa waktu mendatang," kata William Surya Wijaya, Vice President Research Department Indosurya Sekuritas di Jakarta, Senin (2/10/2017).
Selain itu, IHSG akan ditopang dengan data perekonomian tentang tingkat kepercayaan konsumen dan Cadangan Devisa (Cadev) turut mewarnai pola gerak IHSG dalam pekan ini. "Hari ini IHSG berpotensi menguat, dengan sembilan saham yang layak dilirik," katanya.
Akhir pekan kemarin, IHSG (+1.02%) ditutup optimis menguat 59.80 poin dilevel 5900.85 diakhir pekan. Indeks sektor aneka industri (+2.27%), sektor keuangan (+2.14%) dan Industri dasar (+1.7%) memimpin penguatan.
Meskipun aktifitas investor asing tercatat net sell -1.13 Triliun rupiah dengan saham TLKM (-0.64%) dan BBCA (+2.40%) menjadi yang terbanyak keluarnya investor Asing. Perkiraan deflasi pada bulan September oleh BI membawa angin positif melihat rendahnya tingkat suku bunga.
Ia menyodorkan beberapa saham-saham pilihan berikut: TLKM WSBP, PGAS, HMSP, BBNI, JSMR, WTON, SMCB dan MAIN.