INDUSTRY.co.id - Lampung, Melalui Musyawarah Provinsi (Munprov) ke-VI Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Lampung telah memilih Dr Muhammad Kadafi SH MH sebagai Ketua Umum untuk masa bakti 2017-2022.
Muhammad Kadafi berasal dari Aceh Besar, putra Rusli Bintang, pendiri empat perguruan tinggi di Indonesia, yaitu Universitas Abulyatama (Aceh), Universitas Malahayati (Lampung), Universitas Batam (Uniba, dan Institut Kesehatan Indonesia (Jakarta). Muhammad Kadafi juga merupakan Rektor Universitas Malahayati, Bandar Lampung.
Setelah terpilih menjadi ketua, Kadafi mengatakan, langkah awal akan melakukan koordinasi internal. Ia berencana meningkatkan peran Kadin Lampung dalam hubungan kemitraan dengan pemangku kepentingan, dalam meningkatkan daya saing Lampung.
Kekuatan internal menjadi poin penting bagi Kadafi. Ia juga akan merancang program yang mengarah ke bisnis modern dan masa depan.
"Agar kokoh dalam kancah bisnis, sudah seharusnya kita peka dengan perkembangan zaman. Sekarang ini eranya digital. Eranya pebisnis generasi milenial," katanya. Seperti apa pebisnis milenial? Milenial (juga dikenal sebagai Generasi Y) adalah kelompok demografi setelah Generasi X (Gen-X).
Karakteristik milenial umumnya ditandai oleh peningkatan penggunaan dan keakraban dengan komunikasi, media, dan teknologi digital. Selain itu, dalam analisis Kadafi, pada 2020 - 2030 ialah masa keemasan untuk Indonesia. Sebab, adanya bonus demografi sekitar 67 sampai 70 persennya adalah generasi muda produktif.
Peluang besar untuk Indonesia, kata Kadafi, termasuk Lampung untuk mempersiapkan generasi muda dengan usianya yang masih produktif mampu bersaing.
"Inilah yang menjadi rencana program kerja terdekat Kadin pengurus baru yang akan segera dilakukan," ujar Kadafi.
Menurutnya, gerbong generasi milenial inilah yang akan ditarik oleh Kadafi dalam lokomotif bernama Kadin Provinsi Lampung. Mereka berada dalam rel yang fokus memajukan bisnis dengan alur yang akrab dengan generasi milenial.
"Artinya, kita harus selalu mengikuti perkembangan zaman, dan membaca tanda-tanda perubahannya, hingga kemudian mampu membuat planning bisnis yang tepat dengan pasar yang pas," katanya.
Bahwa di Provinsi Lampung telah ada sejumlah kantong bisnis yang konservatif, Kadafi mengakuinya. Ia, menjelaskan, tentu para pebisnis yang sudah maju itu juga perlu mengedepankan pengetahuan digital di era sekarang ini.
"Saya yakin bisnisnya akan melaju lebih cepat lagi," katanya.
Kadafi tak menafikan, bahwa programnya itu tentu harus mendapat dukungan seluruh pengurus dan anggota Kadin, juga dari pemerintah setempat.
Gubernur Lampung M Ridho Ficardo menyambut baik program Ketua Kadin Kadafi.
"Memang harus ada sinergi antara Pemda dan pelaku dunia usaha. 20 - 30% pemerintah sedangkan sisanya adalah masyarakat dan dunia usaha," kata Ridho.
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Keanggotaan dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia, Anindya N Bakrie, menjelaskan pertumbuhan ekonomi Lampung di tahun 2016 mencapai 5,51%. Menurutnya hal itu merupakan sebuah kebanggaan dan peluang bagi pelaku usaha Masukan bagi Kadin dan Pemda yaitu meningkatkam kenyamanan untuk melakukan bisnis. Semua ini hanya bisa jalan bila dipermudah.
"Maka dari itu, peran Kadin sangat besar, sebagai fasilitator baik dari izin, data, dan aspirasi dari usaha yang ada,"ungkapnya.
Mendapat dukungan dari berbagai kalangan, Kadafi optimis dengan dunia usaha di Lampung. Untuk menjalankan programnya, ia akan menerapkan pendekatan akademis yang akan mampu melahirkan kajian-kajian akademik sehingga program-program Kadin Lampung bisa lebih realistis dan tepat sasaran.
Soal bisnis, mantan Ketua Umum HIPMI Provinsi Lampung ini juga berpengalaman. Di tangannya, Universitas Malahayati menjadi kampus ternama dan maju di Lampung. Selain itu, ia juga yang membuat Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Lampung menjadi salah satu rumah sakit rujukan di Lampung.
Selain itu, Kadafi juga akrab dengan organisasi keagamaan. Ia adalah Dewan Pakar MUI Lampung, dan juga salah satu pimpinan di Pengurus Besar Nadhlatul Ulama.