INDUSTRY.co.id, Yogyakarta - Keuntungan pedagang kaki lima di kawasan sentra wisata belanja Malioboro Kota Yogyakarta mengalami lonjakan signifikan selama libur Natal dan cuti bersama dibanding hari-hari biasa.
Pedagang aneka aksesori seperti kalung dan gelang dari bambu, Tiyas (23), Senin, mengatakan mulai Sabtu (24/12/2016) hingga Senin (26/12/2016) rata-rata keuntungan dagangannya naik tiga kali lipat dibanding hari-hari biasa.
"Kalau biasanya untung Rp100 ribu per hari mulai Sabtu mencapai Rp300 ribu per hari," kata Tiyas yang menjual dagangannya mulai harga Rp1.000 hingga Rp25.000 per aksesori.
Ia mengatakan kebanyakan pembeli merupakan wisatawan dari luar kota. Sementara warga setempat yang mengunjungi kawasan itu rata-rata hanya melihat-lihat saja.
"Libur panjang seperti ini memang selalu menjadi berkah bagi kami karena rata-rata pembeli memang yang datang dari luar kota," kata dia.
Sementara itu, penjual aneka kaus dan kemeja batik, Agni (30) mengaku mengalami peningkatan omzet mencapai 100 persen dibandingkan pada hari normal. Rata-rata per hari ia dapat meraup keuntungan mencapai Rp2 juta per hari, sementara selama libur Natal dan cuti bersama pendapatannya naik menjadi Rp9 juta per hari.
"Biasanya saya mampu menjual paling banyak 50 potong kaus atau baju batik. Kini bisa mencapai 100 potong per hari," kata dia yang menutup lapak dagangannya hingga pukul 23.00 WIB itu.
Selain para pedagang kaki lima, para pengemudi andong atau kereta kuda khas Yogyakarta, juga turut menikmati keuntungan dari ramainya kunjungan wisatawan di kawasan Malioboro.
Seorang pengemudi kereta kuda, Warji Suyanto mengatakan, dalam sehari dirinya mampu mendapatkan sembilan rombongan penumpang yang ingin berkeliling pusat Kota Yogakarta.
"Hari biasanya paling hanya satu atau kadang tidak mendapatkan penumpang. Selama liburan ini bisa sampai sembilan," kata Warji yang menaikkan tarif andong menjadi Rp150.000 sekali putaran, dari hari biasa Rp100.000.
Pada Senin (26/12) malam, ribuan wisatawan masih tampak memadati sisi kanan dan sisi kiri kawasan Malioboro yang kini telah dilengkapi fasilitas pedestrian untuk berjalan kaki. Kendaraan roda empat dengan nomor polisi luar kota juga masih tampak memadati sepanjang jalan kawasan itu.(ant)