INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat capaian kinerja Program Satu Juta Rumah per 22 September 2017 telah mencapai 623.344 unit rumah siap huni.
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin menjelaskan lebih lanjut di Jakarta, Kamis, dari jumlah tersebut, Kementerian PUPR telah memfasilitasi penyediaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 518.694 unit dan non MBR sebanyak 104.650 unit.
"Kalau kita bandingkan dengan realisasi 2015 saat pencanangan awal 609 ribu unit. Jadi kondisi akhir September ini sudah melampaui 2015. Kami harapkan ke depannya bisa lebih tinggi," kata Syarif usai konferensi pers di Kantor Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri.
Syarif menjelaskan kelangkaan kepemilikan rumah (backlog) dipengaruhi ketersediaan (supply) lahan dan kebutuhan (demand) rumah yang tidak sesuai.
Menurut dia, kebutuhan perumahan setiap tahun mencapai 800.000 unit, sedangkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS), lahan yang tersedia kurang lebih hanya mencukupi untuk membangun 400 ribu unit.
Ia memaparkan kendala dalam pelaksanaan Program Satu Juta Rumah antara lain ketersediaan lahan sehingga harga tanah semakin mahal, perizinan yang memerlukan waktu yang lama, panjang, dan biaya tinggi, serta terbatasnya anggaran pemerintah untuk sektor perumahan.