INDUSTRY.co.id - Jakarta-Bank Negara Indonesia (BNI) memperkirakan kredit perbankan tidak ada masalah untuk saat ini. Secara industri, pertumbuhan kredit akan mentok sampai sembilan persen.
Achmad Baiquni, Direktur Utama BNI menjelaskan pertumbuhan kredit yang single digit, intervensi Bank Indonesia dirasa sudah cukup menurunkan suku bunga acuan bulan lalu.
"Saya perkirakan BI 7 Day Reserve Repo Rate akan dipertahankan tetap 4,5%, kemungkinan dalam perhitungan BI, akan menjaga suku bunga masih tetap," kata dia di Jakarta, Rabu (20/9/2017).
Pekan depan Bank Indonesia akan menyelenggarakan rapat dewan gubernur yang akan membahas berbagai faktor ekonomi yang berujung pada pendapat BI 7 Day Reserve Repo Rate dan lainnya.
Sebelumnya, PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk mengantongi laba bersih Rp6,41 triliun pada semester I 2017 atau bertumbuh 46,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) ditopang penyaluran kredit perseroan yang menyumbang pendapatan bunga bersih Rp15,4 triliun.
Penyaluran kredit tumbuh 15,4 persen (yoy) menjadi Rp412,1 triliun dan menyumbang pendapatan bunga bersih sebesar Rp15,40 triliun atau tumbuh 10,7 persen (yoy).
Penyaluran kredit mayoritas disalurkan ke debitur Perbankan Bisnis (Business Banking), terutama korporasi dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta usaha menengah dan kecil.
Total kredit perseroan ke Perbankan Bisnis (Business Banking) sebesar Rp296,1 triliun atau menjadi 71,8 persen dari total portofolio kredit di paruh pertama 2017.