INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Penyanyi pendatang baru, Mahardhika Jodie atau yang dikenal dengan nama MJ, resmi memulai perjalanan kariernya di industri musik Indonesia melalui single debut bertajuk “BE MYSELF”.
Lagu bergenre Pop/R&B dengan sentuhan nuansa 90-an ini menjadi karya personal yang mengangkat perjalanan menemukan jati diri dan keberanian untuk berdiri di atas kaki sendiri.
Single “BE MYSELF” dijadwalkan rilis di seluruh platform musik digital pada 26 Oktober 2026. Melalui karya perdananya, penyanyi berusia 21 tahun tersebut ingin menghadirkan musik dengan pendekatan storytelling yang intim, emosional, dan dekat dengan pengalaman generasi muda.
“Senang sekali akhirnya bisa merilis lagu perdana. Semoga banyak yang suka dengan lagu ini,” kata MJ di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026).
Di balik lahirnya “BE MYSELF”, terdapat kebiasaan MJ menuangkan perasaan melalui tulisan. Ia mengaku lebih nyaman mencurahkan isi hati lewat buku, ponsel, maupun aplikasi notes dibandingkan menyampaikan perasaannya secara langsung kepada orang lain.
Kebiasaan tersebut kemudian menjadi inspirasi bagi MJ untuk mengubah kumpulan tulisan pribadinya menjadi sebuah karya musik yang dapat dinikmati sekaligus mewakili perasaan banyak orang.
“Aku emang dari dulu tuh suka banget yang namanya kayak curhat tapi enggak ke orang, tapi nulis di buku, di HP, atau ya pokoknya di notes gitu rata-rata. Akhirnya aku memutuskan kayaknya tulisanku juga oke deh kalau dibikin lagu,” ujar MJ.
Dari tulisan-tulisan tersebut, MJ bersama produser mengolah dan menyusun kembali berbagai ungkapan perasaan menjadi lirik yang utuh. Proses ini menjadi bagian penting dalam membangun karakter “BE MYSELF” sebagai lagu yang berangkat dari pengalaman nyata.
Secara tematik, “BE MYSELF” menceritakan kebingungan seseorang ketika harus menjalani kehidupan tanpa bergantung pada orang lain. Perjalanan tersebut tidak selalu mudah, tetapi perlahan membuka jalan untuk menemukan kemandirian dan mengenali diri sendiri.
“Kalau ini tentang bagaimana seseorang itu kebingungan, gimana sih bisa hidup tanpa orang lain? Dan akhirnya mendapatkan jalannya untuk bisa berdiri di kaki sendiri,” jelas MJ.
MJ tidak menampik bahwa cerita dalam lagu debutnya memiliki keterkaitan erat dengan pengalaman pribadinya. Namun, ia berharap pesan yang disampaikan tidak berhenti sebagai kisah personal, melainkan juga dapat mewakili pendengar yang pernah kehilangan sosok penting atau support system dalam hidup mereka.
Melalui lagu ini, MJ ingin menyuarakan keresahan generasi muda yang sedang berada dalam fase pencarian identitas. Mulai dari mempertanyakan siapa diri mereka sebenarnya, memahami keinginan pribadi, hingga menemukan keberanian untuk menentukan jalan hidup sendiri.
Perpaduan lirik emosional, nuansa Pop/R&B, dan sentuhan musik era 90-an menjadi pendekatan MJ untuk menyampaikan pesan tersebut secara dekat dan relevan dengan pendengar.
Meski proses produksi musiknya berlangsung relatif singkat, yakni sekitar sembilan hari, penyusunan lirik “BE MYSELF” membutuhkan waktu yang lebih panjang.
MJ mengaku ingin memastikan setiap bagian lirik memiliki makna yang kuat, mendalam, tetapi tetap mudah dipahami dan terasa dekat dengan pengalaman pendengar. Ia pun mengumpulkan sejumlah tulisan lama sebelum mengolahnya bersama produser menjadi sebuah lagu yang memiliki alur cerita utuh.
“Karena aku memikirkan lirik yang benar-benar kuat, dalam, dan juga harus relate. Jadi, menurut aku proses yang lama itu sangat worth it,” ungkapnya.
Peluncuran “BE MYSELF” menjadi langkah awal MJ dalam memperkenalkan identitas artistiknya kepada publik. Ia berencana merilis tiga hingga empat single terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan musiknya melalui sebuah mini album.
Dalam karya-karya mendatang, MJ juga ingin mengeksplorasi suasana dan genre musik yang lebih beragam. Jika “BE MYSELF” membawa nuansa personal dan emosional, ia membuka peluang menghadirkan lagu dengan atmosfer yang lebih ceria.