Highlight Artikel
- Phantom Blade Zero mendapatkan respons positif dari media game internasional menjelang perilisannya pada 29 Oktober 2026.
- Metacritic mencatat skor awal sekitar 88/100, sementara Push Square memberikan 9/10 dan VGC 4/5.
- Pertarungan kungfu berkecepatan tinggi, variasi senjata, dan desain boss menjadi keunggulan utama game besutan S-GAME.
- Kualitas cerita yang tidak konsisten serta beberapa persoalan performa menjadi catatan para reviewer.
- Phantom Blade Zero tersedia untuk PS5 dan PC, dengan harga Standard Edition PS5 Indonesia Rp799.000.
Industry.co.id - Sejak pertama kali diperlihatkan, Phantom Blade Zero langsung mengundang perhatian penggemar game action. Gerakan pedang yang cepat, pertarungan bergaya film kungfu, sampai visual gelap khas dunia wuxia membuat game buatan S-GAME ini terlihat menjanjikan.
Tapi, ada satu pertanyaan yang terus muncul. Apakah gameplay Phantom Blade Zero benar-benar sebagus trailer yang diperlihatkan pengembang?
Nah, jawabannya mulai terlihat.
Sejumlah media game internasional akhirnya menerbitkan review Phantom Blade Zero pada 26 Oktober 2026, beberapa hari sebelum game tersebut tersedia untuk pemain umum.
Hasilnya ternyata cukup menarik. Phantom Blade Zero mendapat banyak pujian, terutama berkat sistem pertarungan yang cepat, responsif, dan menghadirkan sensasi duel seperti dalam film laga Hong Kong.
Meski begitu, bukan berarti game ini tanpa kekurangan.
Beberapa reviewer justru menyoroti cerita yang kurang kuat, penyampaian narasi yang membingungkan, hingga penurunan frame rate pada situasi tertentu.
Lantas, apakah Phantom Blade Zero layak dibeli saat dirilis? Berikut rangkuman dan analisis review dari media internasional yang telah memainkan game tersebut.
Apakah Phantom Blade Zero Bagus?
Phantom Blade Zero mendapat ulasan awal yang positif, terutama berkat pertarungan kungfu, variasi senjata, dan desain boss. Skor Metacritic yang dilaporkan pada 26 Oktober 2026 berada di kisaran 88/100. Namun, beberapa media mengkritik kualitas cerita serta masalah performa. Game ini lebih cocok untuk pemain yang mengutamakan aksi daripada narasi yang kompleks.
Penilaian ini merupakan rangkuman review media internasional, bukan hasil pengujian langsung redaksi Industry.co.id. Skor agregator dapat berubah ketika ulasan baru masuk.
Skor Review Phantom Blade Zero, Mendekati 90 di Metacritic
Harapan besar terhadap Phantom Blade Zero tampaknya bukan tanpa alasan.
Ketika embargo review berakhir pada 26 Oktober 2026, sejumlah media memberikan penilaian yang cukup tinggi untuk game action RPG tersebut.
Metacritic, platform pengumpul review game, dilaporkan mencatat Metascore awal sekitar 88 dari 100 untuk Phantom Blade Zero.
Skor tersebut mencerminkan penerimaan yang positif dari kritikus, meskipun masih dapat berubah ketika lebih banyak review masuk.
Menariknya, media seperti Push Square dan GamesRadar+ memberikan nilai tinggi karena menilai sistem pertarungannya sebagai salah satu keunggulan paling menonjol.
Sementara VGC menganggap Phantom Blade Zero sebagai game action berkualitas, tetapi memberikan sejumlah catatan terhadap jalan cerita dan desain levelnya.
| Media Review | Skor | Catatan Utama |
|---|---|---|
| Metacritic | 88/100 | Agregasi awal review kritikus |
| Push Square | 9/10 | Pertarungan dan boss sangat kuat, cerita menjadi kelemahan |
| GamesRadar+ | 4,5/5 | Combat dan eksplorasi menarik, narasi tidak konsisten |
| VGC | 4/5 | Aksi cepat dan visual menawan, cerita serta level kurang menonjol |
Jika melihat pola penilaiannya, ada satu kesamaan yang cukup jelas: Phantom Blade Zero dianggap berhasil menghadirkan pertarungan yang menyenangkan.
Namun, kualitas keseluruhan game tetap dinilai berbeda oleh masing-masing reviewer.
Karena itu, angka tinggi di Metacritic sebaiknya dipahami sebagai gambaran penerimaan awal, bukan jaminan bahwa semua pemain akan menyukai permainannya.
Cerita Phantom Blade Zero: Soul Hanya Punya Waktu 66 Hari
Phantom Blade Zero membawa pemain ke dunia Wulin, sebuah dunia fantasi gelap yang terinspirasi dari budaya dan cerita bela diri Tiongkok.
Karakter utama dalam permainan ini bernama Soul.
Ia merupakan seorang pendekar yang dituduh membunuh gurunya sendiri. Tuduhan tersebut membuat Soul diburu oleh kelompok yang sebelumnya menjadi bagian dari kehidupannya.
Dalam pelariannya, Soul mengalami luka parah pada bagian jantung.
Seorang tokoh misterius kemudian memberinya jantung yang telah dimodifikasi, tetapi pertolongan itu tidak datang tanpa konsekuensi.
Soul hanya mempunyai waktu 66 hari untuk hidup.
Dalam waktu yang terbatas tersebut, ia harus menemukan kebenaran mengenai konspirasi yang menjeratnya sekaligus mencari cara agar tetap bertahan hidup.
Premis ceritanya sebenarnya cukup menjanjikan.
Bayangkan seorang pendekar yang diburu banyak musuh, mempunyai waktu hidup terbatas, dan harus mengungkap pengkhianatan dalam dunia yang dipenuhi konflik.
Sayangnya, sejumlah reviewer menilai penyampaian cerita Phantom Blade Zero belum berhasil memanfaatkan potensi tersebut sepenuhnya.
GamesRadar+ menyoroti narasi yang tidak konsisten, sementara Push Square memberikan kritik lebih keras terhadap struktur cerita yang dianggap kurang rapi.
VGC juga menilai karakter dan cerita terasa kurang menonjol dibandingkan kualitas pertarungannya.
Dengan kata lain, cerita Soul mempunyai konsep yang menarik, tetapi kekuatan utama Phantom Blade Zero justru berada pada apa yang terjadi ketika pemain mulai menghunus senjata.
Gameplay Phantom Blade Zero, Duel Kungfu yang Cepat dan Brutal
Kalau ada satu aspek yang membuat Phantom Blade Zero mendapatkan begitu banyak pujian, jawabannya adalah sistem pertarungan.
S-GAME menggunakan pendekatan aksi yang mengutamakan gerakan cepat, pergantian serangan, serta keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
Pemain tidak bisa terus-menerus menekan tombol serangan dan berharap semua musuh langsung kalah.
Timing menjadi bagian penting, terutama ketika menghadapi musuh yang mampu menangkis atau membalas serangan.
Parry dan Dodge Jadi Kunci Pertarungan
Seperti sejumlah game action modern lainnya, Phantom Blade Zero menyediakan mekanisme parry dan dodge.
Parry memungkinkan pemain menangkis serangan dengan waktu yang tepat. Sementara dodge digunakan untuk menghindari serangan dan mengatur ulang posisi karakter.
Namun, yang membuat Phantom Blade Zero berbeda adalah cara mekanisme tersebut dipadukan dengan animasi bela diri.
Pertarungan dapat berlangsung sangat cepat, dengan gerakan melompat, menebas, menangkis, hingga melakukan serangan balik dalam satu rangkaian.
Hasilnya menyerupai koreografi dalam film wuxia.
Menurut review GamesRadar+, kualitas animasi dan respons serangan membuat pertarungan terasa memuaskan meskipun tantangannya tetap tinggi.
VGC turut memuji tempo permainan yang mampu menjaga pemain terus bereaksi terhadap gerakan musuh.
Ada Sistem Sha-Chi untuk Membuka Celah Serangan
Selain health, musuh mempunyai mekanisme pertahanan yang disebut sha-chi.
Ketika pertahanan musuh berhasil dikuras, pemain mendapatkan kesempatan melakukan kombinasi serangan yang lebih besar.
Artinya, pertarungan tidak melulu soal mengurangi health musuh sedikit demi sedikit.
Kalian juga perlu memahami pola serangan, menentukan kapan harus bertahan, dan memanfaatkan celah ketika lawan kehilangan keseimbangan.
Pendekatan tersebut membuat pertarungan memiliki ritme tersendiri.
Namun, untuk pemain yang belum terbiasa dengan game action berbasis timing, periode adaptasi mungkin tetap diperlukan.
Lebih dari 30 Senjata Utama, Pilihan Gaya Bertarung Sangat Banyak
Variasi senjata menjadi keunggulan lain Phantom Blade Zero.
Dalam presentasi State of Play pada Agustus 2026, S-GAME mengungkap bahwa pemain dapat membuka lebih dari 30 senjata utama dan 25 senjata sekunder yang dikenal sebagai Phantom Edges.
Jumlah tersebut memberikan ruang bagi pemain untuk memilih pendekatan bertarung sesuai kemampuan maupun preferensi.
Ada senjata yang berfokus pada serangan jarak dekat, sementara perlengkapan tertentu dapat membantu menghadapi musuh dari jarak lebih jauh.
Phantom Edges juga memungkinkan penggunaan alat tempur dengan fungsi yang lebih beragam.
Pengembang menjelaskan bahwa senjata dapat ditingkatkan dan dipadukan dengan aksesori.
Jika pemain berubah pikiran setelah meningkatkan senjata tertentu, tersedia sistem reforge yang memungkinkan material pengembangan dikembalikan untuk digunakan pada perlengkapan lain.
Fitur seperti ini cukup penting karena pemain tidak harus mempertahankan satu senjata sepanjang permainan.
Kalian dapat mencoba gaya bertarung yang berbeda tanpa harus selalu kehilangan seluruh sumber daya yang sudah digunakan sebelumnya.
Namun, jumlah senjata yang banyak bukan otomatis berarti setiap senjata sama efektifnya.
Pemilihan build tetap perlu disesuaikan dengan jenis musuh dan cara bermain.
Pertarungan Boss Jadi Salah Satu Bagian Paling Menarik
Selain senjata, boss fight menjadi aspek yang banyak dipuji reviewer.
Push Square menilai Phantom Blade Zero mempunyai pertarungan boss yang bervariasi, baik dalam pola serangan maupun desain musuh.
Beberapa boss mengandalkan serangan cepat, sementara yang lain mempunyai kemampuan atau senjata khusus yang menuntut pendekatan berbeda.
Dengan begitu, pemain tidak cukup menghafal satu pola serangan untuk menghadapi seluruh pertarungan.
Nah, bagian yang menarik adalah bagaimana pertarungan boss memanfaatkan animasi bela diri sebagai elemen utama.
Alih-alih hanya menampilkan musuh dengan ukuran besar, Phantom Blade Zero juga menghadirkan duel yang terasa seperti pertarungan antardua pendekar.
Meski begitu, game ini bukan sekadar meniru formula Soulslike.
Phantom Blade Zero Bukan Soulslike Sepenuhnya
Sejak awal, Phantom Blade Zero kerap dibandingkan dengan Sekiro: Shadows Die Twice atau Black Myth: Wukong.
Perbandingan tersebut cukup mudah dipahami karena ketiganya menampilkan pertarungan melawan musuh berbahaya serta membutuhkan penguasaan mekanisme bertahan.
Namun, S-GAME tidak merancang Phantom Blade Zero sebagai Soulslike dalam pengertian yang sama.
GamesRadar+ menjelaskan bahwa musuh dalam game ini umumnya tidak kembali muncul setelah dikalahkan. Titik penyimpanan juga relatif mudah ditemukan, sedangkan perlengkapan penyembuhan dapat dipulihkan ketika karakter kembali hidup.
Selain itu, pengembang menyediakan pilihan tingkat kesulitan.
Ada Wayfarer untuk pemain yang ingin menikmati cerita, Hellwalker untuk tantangan lebih berat, dan Sixty-Six Days bagi pemain yang mencari pengalaman lebih ekstrem.
Dengan demikian, Phantom Blade Zero tidak harus menjadi pengalaman yang sama beratnya bagi semua orang.
Visual Memukau, Dunia Wuxia Tidak Sepenuhnya Open World
Phantom Blade Zero dikembangkan menggunakan Unreal Engine 5.
Teknologi tersebut membantu S-GAME menghadirkan lingkungan dengan detail tinggi, mulai dari bangunan tradisional Tiongkok hingga wilayah alam yang dipenuhi kabut dan nuansa misterius.
Gaya visual yang diusung pengembang disebut Kungfupunk, perpaduan unsur bela diri tradisional, fantasi, serta sentuhan teknologi dan horor rakyat.
Menariknya, dunia permainan tidak dirancang sebagai open world yang sepenuhnya bebas seperti beberapa RPG modern.
Phantom Blade Zero lebih menekankan area yang terhubung dengan jalur eksplorasi, rahasia, dan pertarungan.
Menurut GamesRadar+, pendekatan tersebut membuat perjalanan terasa lebih terarah tanpa terlalu banyak ruang kosong.
Pemain tetap dapat menemukan jalur tersembunyi, senjata, peningkatan perlengkapan, hingga boss opsional.
Namun, VGC memberikan sudut pandang berbeda dengan menilai sebagian desain level terasa cukup linear dan kurang memiliki karakter kuat.
Perbedaan penilaian ini menunjukkan bahwa kualitas eksplorasi Phantom Blade Zero bergantung pada ekspektasi pemain.
Kalau kalian menginginkan dunia terbuka sangat luas dengan kebebasan menjelajah ke segala arah, pendekatan game ini mungkin terasa lebih terbatas.
Sebaliknya, pemain yang menyukai petualangan terarah dengan banyak pertarungan kemungkinan lebih mudah menikmati desainnya.
Donnie Yen Turut Terlibat
Untuk memperkuat nuansa kungfu, S-GAME menggandeng aktor laga Donnie Yen sebagai konsultan kreatif.
Aktor yang dikenal melalui film Ip Man tersebut juga terlibat dalam facial dan motion capture untuk karakter Mó Yuan.
Keterlibatan Donnie Yen menjadi salah satu upaya pengembang menghadirkan gerakan bela diri yang terasa autentik.
Meski demikian, kualitas akhir gameplay tetap harus dinilai dari implementasi sistem pertarungan, bukan semata-mata nama besar aktor yang terlibat.
Apa Kekurangan Phantom Blade Zero?
Walaupun mayoritas review awal memberikan penilaian positif, Phantom Blade Zero masih mempunyai sejumlah kelemahan.
1. Penyampaian Cerita Tidak Konsisten
Masalah yang paling sering muncul dalam review adalah narasi.
Beberapa media menilai cerita yang sebenarnya memiliki premis kuat justru terasa kurang menarik akibat penyampaian yang tidak rapi.
GamesRadar+ juga mengkritik banyaknya catatan atau dokumen yang harus dibaca ketika menjelajahi dunia permainan.
2. Performa Belum Selalu Stabil
Push Square melaporkan bahwa permainan pada PS5 Pro umumnya berjalan mulus dalam Performance Mode, tetapi penurunan frame rate masih terjadi pada beberapa pertarungan boss.
Reviewer tersebut juga menemukan gangguan audio dalam kondisi tertentu.
Catatan ini tidak otomatis menggambarkan performa pada semua model PS5 atau seluruh konfigurasi PC.
Performa dapat berbeda berdasarkan perangkat, pengaturan grafis, dan pembaruan game.
3. Desain Level Menimbulkan Perbedaan Pendapat
Ada reviewer yang memuji eksplorasi karena banyaknya jalur rahasia serta hadiah yang bisa ditemukan.
Namun, media lain menganggap sejumlah area terlalu linear.
Karena itu, bagi pemain yang mengutamakan eksplorasi dunia terbuka, Phantom Blade Zero mungkin tidak sepenuhnya memenuhi ekspektasi.
4. Cerita dan Pertarungan Tidak Sama Kuatnya
Ini mungkin menjadi kesimpulan paling menarik dari review awal Phantom Blade Zero.
Ketika karakter mulai bertarung, permainan sering mendapatkan pujian tinggi. Namun, saat fokus berpindah pada cerita dan dialog, penilaian kritikus menjadi lebih beragam.
Artinya, pemain yang mencari pengalaman action berkualitas kemungkinan memperoleh nilai lebih besar dibandingkan mereka yang mengutamakan narasi mendalam.
Harga Phantom Blade Zero, Tanggal Rilis, dan Platform
Phantom Blade Zero dijadwalkan rilis pada 29 Oktober 2026 di Indonesia untuk PlayStation 5 dan PC.
Steam menampilkan tanggal 28 Oktober berdasarkan jadwal wilayah tertentu, sementara situs resmi S-GAME dan PlayStation menggunakan tanggal 29 Oktober untuk sebagian wilayah lainnya.
Untuk pasar Indonesia, PlayStation Store mencantumkan harga Standard Edition sebesar Rp799.000.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Judul | Phantom Blade Zero |
| Developer | S-GAME Studio |
| Publisher | S-GAME Publishing |
| Genre | Action Adventure / Action RPG |
| Tanggal rilis Indonesia | 29 Oktober 2026 |
| Platform | PS5 dan PC |
| Harga PS5 Standard | Rp799.000 |
| Harga Steam global Standard | US$59,99 |
| Harga Steam global Deluxe | US$69,99 |
| Mode permainan | Single-player |
| Game engine | Unreal Engine 5 |
Harga Steam tersebut merupakan harga yang tampil pada laman global ketika diperiksa, bukan konversi resmi ke rupiah untuk akun Indonesia.
Spesifikasi PC Phantom Blade Zero
Untuk pengguna PC, berikut persyaratan perangkat yang tercantum di Steam.
| Komponen | Minimum | Rekomendasi |
|---|---|---|
| Sistem operasi | Windows 10/11 64-bit | Windows 10/11 64-bit |
| Prosesor | Intel Core i7-8700K / Ryzen 5 3600 | Core i5-10600K / Ryzen 5 5600X |
| RAM | 16 GB | 16 GB |
| GPU | GTX 1660 6 GB / RX 5500 XT 8 GB | RTX 3060 Ti 8 GB / RX 6700 XT 12 GB |
| Target performa | 1080p 30 FPS dengan upscaling | 1440p 60 FPS dengan upscaling |
| Penyimpanan | SSD diwajibkan | SSD diwajibkan |
Spesifikasi tersebut adalah acuan resmi pengembang. Performa aktual dapat berbeda berdasarkan kondisi perangkat dan pengaturan grafis.
Kesimpulan Review: Phantom Blade Zero Layak Dibeli?
Dari berbagai review yang diterbitkan pada 26 Oktober 2026, Phantom Blade Zero terlihat berhasil memenuhi salah satu janji terbesarnya: menghadirkan pertarungan kungfu yang cepat dan memuaskan.
Variasi senjata, sistem parry, desain boss, serta presentasi visual menjadi fondasi yang membuat game ini mendapat sambutan positif.
Namun, kekurangannya juga cukup jelas.
Cerita yang tidak konsisten dan sejumlah persoalan teknis dapat mengurangi pengalaman pemain yang menginginkan paket permainan dengan kualitas merata di semua aspek.
Jadi, siapa yang cocok memainkan Phantom Blade Zero?
Game ini paling menarik untuk penggemar action yang menikmati duel intens, menguasai kombinasi senjata, dan menghadapi boss dengan pola serangan berbeda.
Sementara untuk kalian yang lebih menyukai RPG dengan cerita mendalam atau eksplorasi dunia terbuka tanpa batas, sebaiknya mempertimbangkan catatan reviewer tersebut sebelum membeli.
Dengan skor awal Metacritic sekitar 88/100, Phantom Blade Zero memiliki modal kuat untuk menjadi salah satu game action yang diperhitungkan pada 2026.
Namun, apakah pengalaman pemain umum akan sama positifnya? Jawaban yang lebih lengkap baru bisa dilihat setelah game dirilis pada 29 Oktober dan menerima lebih banyak penilaian pemain.
FAQ Phantom Blade Zero
Apakah Phantom Blade Zero sudah rilis?
Per 26 Oktober 2026, Phantom Blade Zero belum dirilis untuk umum. Game tersebut dijadwalkan hadir pada 29 Oktober 2026 di Indonesia.
Berapa skor Metacritic Phantom Blade Zero?
Review awal pada 26 Oktober 2026 menunjukkan skor sekitar 88/100. Angka ini dapat berubah ketika lebih banyak review kritikus masuk.
Apakah Phantom Blade Zero termasuk Soulslike?
Phantom Blade Zero mempunyai pertarungan yang menantang dan mekanisme parry, tetapi tidak mengikuti seluruh formula Soulslike. Gameplay-nya lebih menekankan aksi bela diri cepat, kombinasi senjata, dan duel bergaya wuxia.
Berapa harga Phantom Blade Zero di Indonesia?
PlayStation Store Indonesia mencantumkan harga Standard Edition PS5 sebesar Rp799.000 ketika diperiksa menjelang perilisan.
Apakah Phantom Blade Zero tersedia di PS4?
Tidak ada versi PS4 yang diumumkan dalam daftar platform peluncuran. Game ini dijadwalkan hadir untuk PS5 dan PC.
Apakah Phantom Blade Zero bisa dimainkan di HP?
Belum ada pengumuman versi Android atau iOS. Platform yang dikonfirmasi untuk peluncuran adalah PS5 dan PC.
Berapa lama menamatkan Phantom Blade Zero?
Reviewer Push Square melaporkan waktu sekitar 25–30 jam untuk cerita utama. Jika mengejar misi sampingan, senjata, dan peningkatan perlengkapan, durasinya bisa mendekati 45 jam. Waktu bermain setiap pemain dapat berbeda.
Apakah Phantom Blade Zero mendukung multiplayer?
PlayStation Store mengategorikan Phantom Blade Zero sebagai permainan untuk satu pemain. Tidak ada mode multiplayer yang diumumkan untuk peluncuran.
Sumber dan Referensi
- S-GAME - Situs Resmi Phantom Blade Zero
- PlayStation Blog - Gameplay dan Sistem Pertarungan
- Push Square - Phantom Blade Zero Review
- GamesRadar+ - Phantom Blade Zero Review
- VGC - Phantom Blade Zero Review
- Metacritic - Phantom Blade Zero
- PlayStation Store Indonesia - Harga dan Tanggal Rilis
- Steam - Harga dan Persyaratan Sistem
Catatan redaksi: Artikel ini menganalisis ulasan kritikus internasional dan informasi resmi pengembang, bukan hasil hands-on redaksi Industry.co.id. Skor ulasan, harga, serta performa dapat berubah setelah perilisan.