INDUSTRY.co.id - JAKARTA - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melaporkan pengembangan infrastruktur penyimpanan baru melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (23/10/2026).

Melalui anak usahanya di bidang kepelabuhanan dan penyimpanan, PT Redeco Petrolin Utama (RPU), CDIA meresmikan fasilitas tangki bitumen dengan kapasitas penyimpanan total 12.000 meter kubik (m³) di Merak, Banten.

Manajemen CDIA dalam keterbukaan tersebut menyampaikan, fasilitas baru ini terdiri dari tiga tangki dengan kapasitas masing-masing 3.000 m³, 4.000 m³, dan 5.000 m³. Dengan penambahan tersebut, RPU kini mengoperasikan total 75 tangki penyimpanan untuk berbagai jenis produk, termasuk petrokimia, minyak bumi, pelumas, dan bitumen.

Langkah ekspansi ini dilakukan untuk memperluas portofolio layanan penyimpanan RPU sekaligus memperkuat kapabilitas infrastruktur CDIA dalam mendukung kebutuhan industri nasional, khususnya di sektor konstruksi.

"Melalui fasilitas ini, RPU memperkuat kapasitasnya dalam menyediakan layanan penyimpanan bitumen guna mendukung kebutuhan pelanggan dan aktivitas industri konstruksi di Indonesia," tulis manajemen CDIA.

Menurut manajemen, bitumen merupakan material penting dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan. Seiring dengan kebutuhan infrastruktur yang terus berkembang, ketersediaan fasilitas penyimpanan yang memadai menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran rantai pasok material konstruksi.

"Kami berharap fasilitas ini dapat mendukung kelancaran rantai pasok material konstruksi sekaligus memperkuat peran RPU sebagai mitra infrastruktur yang andal bagi industri nasional," lanjutnya.

Sebagai bagian dari Chandra Asri Group, pengembangan ini juga membuka peluang sinergi rantai pasok bitumen yang lebih terintegrasi, mulai dari pasokan oleh Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (Aster) hingga logistik dan transportasi yang didukung PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT SCG Barito Logistics (SBL).

Beroperasi sejak 1986 di Merak dengan dukungan dua dermaga, RPU berkomitmen untuk terus mengoptimalkan infrastruktur dan meningkatkan kualitas layanan guna memperkuat rantai pasok industri di Indonesia.