INDUSTRY.co.id, Banyuwangi - Permudah konektivitas ke Banyuwangi, Garuda Indonesia pada Jumat, 8 September 2017 kemarin resmi terbang ke Banyuwangi dan landing di  Bandara Blimbingsari Banyuwangi, dari Soekarno Hatta Tangerang,

Advertisement

Arief Yahya juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu pengembangan aksesibilitas udara dalam mendukung pariwisata Nasional dan men-sukseskan program Nawa Cita yang ditargetkan Presiden sebesar 20 juta wisatawan mancanegara (wisman).

"Terima kasih kepada Menteri Perhubungan, Garuda Indonesia, Angkasa Pura II, yang sudah mendukung pariwisata melalui pengembangan aksesibilitas, khususnya dari sisi udara. Terima kasih untuk BUMN Incorporated yang mendukung program pariwisata nasional, antara Garuda Indonesia dengan Bank BNI yang meluncurkan program 'AYO Liburan'," ujar Menpar, melalui siaran persnya yang diterima Inudstry.co.id, Jumat (8/9/2017).

Advertisement

Diketahui, Kementerian Perhubungan dan Pemkab Banyuwangi sepakat mengakselerasi pengembangan Bandara Blimbingsari, Banyuwangi. Hal itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada 18 Agustus 2017 yang lalu.

"Sejumlah infrastruktur Bandara Banyuwangi mulai dibangun dan ditingkatkan paling lambat akhir tahun ini. Di antaranya, perluasan apron (tempat parkir pesawat), penebalan landasan, hingga perpanjangan landasan. Sehingga dapat digunakan untuk pesawat berbadan besar jenis Boeing 737-900 NG (generasi terbaru)," papar Menpar Arief Yahya.

Advertisement

Menpar Arief Yahya menambahkan, untuk pengembangan sejumlah infrastruktur tersebut, akan dialokasikan dana sekitar Rp300 miliar. "Targetnya semua Agustus 2018 selesai, karena sebagian pesawat yang digunakan menteri keuangan dari seluruh dunia akan mendarat di Banyuwangi untuk pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bali," ungkap Menpar Arief Yahya.

Sementara, Dirut Garuda Pahala N. Mansury nengatakan, pembukaan rute Jakarta-Banyuwangi ini sebagai langkah memperluas jaringan penerbangannya di domestik, dan juga sebagai upaya untuk mendukung peningkatan kunjungan wisatawan ke wilayah timur pulau Jawa.

Advertisement

“Ini merupakan upaya Garuda Indonesia untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat, serta melengkapi penerbangan yang telah kami layani ke Banyuwangi melalui Surabaya,” kata Dirut Garuda Pahala N. Mansury.

Menurut Pahala, penerbangan Jakarta-Banyuwangi tersebut dilayani lima kali seminggu yaitu Senin, Selasa, Rabu, Jumat dan Sabtu menggunakan pesawat jenis Bombardier CRJ 1000 NextGen yang berkapasitas 96 tempat duduk (all economy class).

Garuda Indonesia melayani penerbangan langsung dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 14.10 WIB dan mendarat di Bandara Blimbingsari pada pukul 15.55 WIB. Dari Banyuwangi pesawat akan kembali terbang pukul 17.10 WIB dan tiba di Jakarta pada 18.50 WIB.

Rute penerbangan ini tentu saja akan meningkatkan konektivitas Banyuwangi serta wilayah di sekitarnya dengan kota-kota lain di domestik dan internasional, serta sekaligus meningkatkan kontribusi Garuda terhadap peningkatan wisata dan pertumbuhan ekonomi Banyuwangi dan sekitarnya sebagai pusat ekonomi baru.

"Pertumbuhan Banyuwangi sebagai destinasi baru sangat menggembirakan dimana pada tahun 2016 lalu, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Banyuwangi mencapai 60 ribu orang dan wisatawan nusantara mencapai dua 2 juta orang. Peningkatan jumlah wisatawan tersebut tentu saja perlu didukung penerbangan langsung dari Jakarta,” jelas Pahala.