INDUSTRY.co.id - JAKARTA – PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset crypto yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memperluas edukasi aset crypto melalui program Pintu Goes to Office. Kali ini, PINTU menggandeng PT Kopi Kina Indonesia (Kopikina), perusahaan kopi dan roastery di Indonesia.
Kegiatan edukasi tersebut digelar di Kopikina Kemang, Jakarta Selatan, pada 30 September 2026 dan diikuti puluhan staf Kopikina. Kolaborasi lintas industri ini menjadi bagian dari upaya PINTU memperkenalkan aset crypto sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai peluang dan risikonya kepada masyarakat dari berbagai latar belakang.
Chief Marketing Officer PINTU Timothius Martin mengatakan industri kopi dan crypto memiliki karakteristik yang menarik untuk dipertemukan, terutama karena keduanya berkembang melalui kekuatan komunitas.
“Program Pintu Goes to Office menjadi salah satu cara bagi kami untuk memperluas edukasi mengenai aset crypto ke berbagai industri, termasuk industri kopi yang memiliki komunitas yang kuat dan terus berkembang. Kami melihat adanya kesamaan menarik antara coffee culture dan crypto culture, di mana keduanya tumbuh dari komunitas serta menjadi ruang untuk berinteraksi, bertukar wawasan, dan berdiskusi,” ujar Timothius.
Menurut dia, kolaborasi dengan Kopikina diharapkan dapat membawa pembahasan mengenai perkembangan aset crypto lebih dekat dengan pelaku industri sekaligus mendorong pemahaman yang lebih baik mengenai potensi dan risiko instrumen tersebut.
Dari sisi industri kopi, Indonesia memiliki posisi yang cukup kuat di pasar global. Berdasarkan data Indonesia Specialty Coffee yang dikutip PINTU, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia dengan pasokan sekitar 12,5 juta atau 7% dari produksi kopi global.
Sementara itu, dari sisi adopsi aset crypto, Indonesia juga menunjukkan basis pengguna yang besar. Mengacu pada data Chainalysis, Indonesia berada di peringkat ke-14 dari 117 negara dengan tingkat adopsi crypto tertinggi, dengan jumlah investor crypto mencapai lebih dari 22 juta orang.
Besarnya basis komunitas pada kedua industri tersebut menjadi salah satu alasan PINTU melihat kopi sebagai kanal potensial untuk memperluas literasi aset crypto.
“Di tengah perkembangan kedua industri tersebut, kami ingin mengambil kesempatan untuk menjadikan kopi sebagai pintu masuk memperkenalkan aset crypto secara lebih praktis, sekaligus mendorong diskusi yang lebih terbuka mengenai perkembangan industri dan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan trading maupun investasi,” kata Timo.
Sementara itu, HRBP Manager Kopikina Ajeng Rahmawati menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurut dia, karakter industri kopi yang universal membuat Kopikina terbuka terhadap kolaborasi lintas sektor yang dapat memberikan wawasan baru kepada komunitasnya.
“Kopi sangat universal dan dapat dinikmati oleh banyak kalangan dari berbagai latar belakang. Karena itu, kami terbuka terhadap kolaborasi yang dapat membawa perspektif dan wawasan baru bagi komunitas Kopikina,” ujar Ajeng.
Dalam kegiatan tersebut, PINTU memberikan materi mulai dari konsep dasar aset crypto, jenis dan karakteristik aset crypto hingga pentingnya penerapan manajemen risiko dalam aktivitas trading maupun investasi. Edukasi juga mencakup aspek keamanan, termasuk cara mengenali berbagai modus penipuan yang perlu diwaspadai investor dan trader.
PINTU turut memperkenalkan sejumlah produk dan fitur pada platformnya yang ditujukan untuk membantu pengguna menjalankan aktivitas trading dan investasi secara lebih terukur. Materi disampaikan secara interaktif melalui studi kasus dan sesi tanya jawab agar peserta dapat mengaitkan pengetahuan mengenai aset crypto dengan kebutuhan sehari-hari.
Ajeng berharap kolaborasi lintas industri tersebut tidak hanya memperkenalkan aset crypto kepada komunitas Kopikina, tetapi juga membuka ruang pertukaran wawasan antara industri kopi dan industri aset digital.
“Kami berharap kolaborasi lintas industri ini dapat membuka ruang untuk saling bertukar wawasan dan memperluas perspektif serta diharapkan mendukung kemajuan kedua industri yang terus berkembang,” katanya.
PINTU menilai penguatan literasi menjadi penting seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap aset crypto. Edukasi dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendorong calon investor memahami karakteristik aset, risiko, serta aspek keamanan sebelum mengambil keputusan investasi.
“Kami mengapresiasi Kopikina atas kesempatan untuk berkolaborasi dalam menghadirkan edukasi mengenai aset crypto. PINTU berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan pemahaman masyarakat Indonesia mengenai aset crypto melalui berbagai inisiatif edukasi agar semakin banyak masyarakat dari berbagai latar belakang memiliki pemahaman yang lebih baik sebelum terjun ke dunia investasi,” tutup Timo.