INDUSTRY.co.id - BOGOR — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat mengapresiasi keterbukaan dan komitmen EIGER Nature dalam menjalankan upaya pelestarian lingkungan. Apresiasi tersebut disampaikan setelah WALHI Jawa Barat kembali melakukan kunjungan ke EIGER Nature pada 1 Oktober 2026 untuk melihat langsung perkembangan serta tindak lanjut atas berbagai masukan dan kritik yang sebelumnya disampaikan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pertemuan yang melibatkan sejumlah pihak, mulai dari akademisi, pakar konservasi hingga media. Dalam pertemuan itu hadir Prof. Dr. Tukirin Partomihardjo, M.Sc. selaku pakar botani dan konservasi tumbuhan, Prof. Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si. sebagai pakar konservasi satwa liar, serta Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, M.Sc. yang memiliki keahlian di bidang pencemaran lingkungan, pengelolaan sampah dan limbah. Ketiganya merupakan bagian dari tim pakar EIGER Nature.
Selain berdialog dengan tim EIGER Nature, WALHI Jawa Barat juga melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai upaya yang telah dijalankan di lapangan. Peninjauan tersebut sekaligus dilakukan untuk mengonfirmasi pemenuhan aspek perizinan dan dokumen lingkungan dalam pengembangan kawasan tersebut.
Berdasarkan hasil peninjauan, WALHI Jawa Barat menyampaikan bahwa perizinan dan dokumen lingkungan yang diperlukan telah dipenuhi. Proses pengembangan EIGER Nature sendiri telah berlangsung sejak 2018, dengan sejumlah dokumen utama yang telah diterbitkan, termasuk perizinan tata ruang, persetujuan lingkungan, site plan, serta perizinan bangunan.
Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jawa Barat Wahyudin Iwang mengatakan keterbukaan EIGER Nature menjadi salah satu hal yang dinilai penting dalam proses evaluasi pengelolaan kawasan.
“Selama ini kami melihat EIGER Nature sebagai salah satu perusahaan yang masih memiliki komitmen. Kami juga melihat bahwa EIGER sangat terbuka untuk menerima saran, masukan, termasuk kritik. Jarang sekali perusahaan yang bisa menempatkan dirinya seperti itu,” ujar Iwang.
Menurut dia, keterbukaan tersebut menjadi alasan WALHI Jawa Barat terus memberikan masukan kepada EIGER Nature. Kunjungan terbaru dilakukan untuk memastikan secara langsung apakah berbagai saran, pandangan dan kritik yang sebelumnya disampaikan telah ditindaklanjuti.
“Kami datang ke sini untuk melihat secara langsung apakah masukan, saran, pandangan, dan kritik yang sebelumnya kami sampaikan telah dijalankan. Kami melihat langsung bahwa hal-hal tersebut telah ditindaklanjuti. Kami juga melihat keterlibatan para pakar dan akademisi yang mempresentasikan berbagai kegiatan yang berlangsung di sini. Saya mengapresiasi itu,” katanya.
WALHI Jawa Barat juga menilai keterlibatan akademisi dan pakar dapat memperkuat pertukaran informasi dan pengetahuan dalam pengembangan kawasan berbasis alam. Menurut Iwang, keterbukaan informasi menjadi bagian penting untuk memastikan proses pengelolaan kawasan dapat terus dievaluasi.
“Bagi WALHI, informasi itu adalah pengetahuan. Informasi yang baik akan menjadi pengetahuan yang baik juga,” ujarnya.
Meski memberikan apresiasi terhadap perkembangan yang ditemukan di lapangan, Iwang menekankan bahwa komitmen terhadap lingkungan tidak dapat berhenti pada tahap awal pengembangan. Menurutnya, pengelolaan kawasan berbasis alam membutuhkan proses panjang dan konsistensi dalam penerapan prinsip keberlanjutan.
“EIGER Nature ini masih berada di tahap awal dan akan berlangsung dalam jangka panjang. Kalau terus dilakukan dengan serius dan terus melibatkan tim pakar, akademisi, serta NGO, ini bisa menjadi pilot project atau menjadi pembelajaran bagi pengusaha lain yang menjalankan kegiatan berbasis alam,” kata Iwang.
Dia berharap pendekatan tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi pelaku usaha lain yang mengembangkan bisnis berbasis alam. “Harapannya, EIGER Nature bisa menjadi contoh baik bagi pengusaha lain. Komitmen ini perlu terus dijalankan dan diperkuat, dengan tidak mengesampingkan aspek lingkungan,” sambungnya.
Sementara itu, Direktur Utama EIGER Nature Imanuel Wirajaya mengatakan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan merupakan bagian dari konsep Pentahelix yang diterapkan dalam proses pengembangan dan evaluasi pengelolaan kawasan.
“EIGER Nature dibangun melalui proses kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak. Kami ingin membuka ruang agar masukan dan kritik tidak hanya disampaikan, tetapi juga dapat dilihat kembali secara langsung di lapangan, apa yang sudah dilakukan, apa yang sudah baik untuk dipertahankan, dan apa yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan,” ujar Imanuel.
Menurut Imanuel, keterlibatan pakar, akademisi, organisasi lingkungan dan pihak lainnya menjadi bagian dari proses pembelajaran EIGER Nature untuk memperkuat pengelolaan kawasan. Pendekatan tersebut mencakup perhatian terhadap alam, budaya, masyarakat serta keberlanjutan kawasan.
“Kami percaya, menjaga alam adalah perjalanan bersama. Dari keterbukaan, kritik, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi, kita dapat menciptakan pengalaman di alam yang bermakna bagi manusia sekaligus membawa kebaikan bagi alam dan generasi mendatang,” tutupnya.