INDUSTRY.co.id - JAKARTA – RUA AlHaram AlMakki Company, perusahaan di bawah Public Investment Fund (PIF) sekaligus pengembang utama King Salman Gate di Makkah, memperluas jaringan investasi internasional dengan menggandeng institusi dari Malaysia dan Brunei Darussalam.
RUA AlHaram AlMakki menandatangani tiga perjanjian kolaborasi strategis yang membuka peluang pengembangan proyek properti, transportasi, perhotelan, hunian, hingga investasi lintas negara. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat basis investor internasional dalam pengembangan kawasan Makkah dan Madinah.
Di Malaysia, RUA AlHaram AlMakki menggandeng MRCB International Sdn Bhd (MRCB) untuk menjajaki pengembangan destinasi mixed-use berorientasi transportasi di kawasan King Salman Gate, Makkah.
Kerja sama tersebut memiliki indikasi Gross Development Value (GDV) sekitar SAR21 miliar. Namun, nilai tersebut masih bergantung pada hasil uji kelayakan, persetujuan, skema pembiayaan, tahapan pengembangan, serta penandatanganan perjanjian definitif.
Rencana pengembangan mencakup terminal bus umum yang terintegrasi dengan kawasan hunian, komersial, ritel, dan berbagai fungsi mixed-use lainnya. Pengembangan ini akan memanfaatkan pengalaman MRCB dalam membangun kawasan berorientasi transit dan pusat transportasi terpadu.
Pengalaman MRCB dalam pengembangan kawasan transit tercermin melalui KL Sentral, salah satu pusat transportasi terpadu terbesar di Malaysia yang mengintegrasikan konektivitas transportasi dengan fungsi perkotaan.
Sementara itu, di Brunei Darussalam, RUA AlHaram AlMakki menandatangani perjanjian kolaborasi dengan Perbadanan Tabung Amanah Islam Brunei (TAIB) untuk menjajaki investasi usaha patungan di kawasan King Salman Gate.
Kerja sama tersebut mencakup peluang pengembangan sejumlah bidang tanah di kawasan tersebut, termasuk untuk fungsi perhotelan dan hunian. Nilai GDV yang diindikasikan mencapai sekitar SAR9,7 miliar, dengan realisasi tetap bergantung pada uji kelayakan, persetujuan, pengaturan pembiayaan, serta perjanjian definitif.
Selain itu, RUA AlHaram AlMakki, Rua Al Madinah Holding, dan TAIB juga menjajaki kolaborasi investasi dan pengembangan di Makkah, Madinah, serta Brunei Darussalam. Skema tersebut diarahkan untuk menghubungkan peluang pengembangan di dua kota suci dengan modal dan keahlian dari Brunei, sekaligus membuka peluang investasi timbal balik.
CEO RUA AlHaram AlMakki Bambang Kajairi mengatakan rangkaian kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas kemitraan internasional, khususnya dengan negara-negara ASEAN.
“Semua kesepakatan ini mencerminkan komitmen kami untuk membangun kemitraan internasional yang kuat dan mempererat hubungan kami dengan negara-negara di kawasan ASEAN,” ujar Bambang.
Menurut dia, perusahaan masih melihat ruang yang besar untuk memperluas kolaborasi di kawasan Asia Tenggara, termasuk dengan Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan modal, keahlian, dan kapabilitas untuk mendukung pengembangan kawasan Makkah.
“Kami melihat potensi besar untuk melanjutkan momentum ini dan memperluas kolaborasi di kawasan ini, termasuk menjajaki peluang di Indonesia, dengan menyatukan investasi, keahlian, dan kapabilitas yang dapat mendukung pengembangan Makkah serta meningkatkan pengalaman jemaah dan pengunjung,” katanya.
Dengan tiga kesepakatan tersebut, RUA AlHaram AlMakki mulai membangun koneksi investasi yang lebih luas dengan institusi di kawasan ASEAN. Langkah ini sekaligus membuka peluang masuknya modal dan keahlian internasional ke proyek-proyek pengembangan kawasan Makkah dan Madinah.
Pengembangan King Salman Gate sendiri diarahkan untuk mendukung transformasi sektor properti, pariwisata, transportasi, dan hospitality di Arab Saudi sejalan dengan agenda Saudi Vision 2030, sekaligus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan bagi jemaah serta pengunjung.