INDUSTRY.co.id, Surabaya — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi mengoperasikan Laboratorium Teknologi Aspal Buton Berkelanjutan, Rabu (30/9).
Laboratorium tersebut menjadi fasilitas riset yang dikembangkan untuk mendukung penelitian dan pengembangan teknologi pengolahan asbuton, khususnya melalui teknologi hidrotermal. Teknologi ini dikembangkan untuk mengoptimalkan proses pemisahan bitumen dari mineral asbuton dengan tingkat efisiensi yang diklaim dapat melampaui 95 persen.
Rektor ITS Bambang Pramujati mengatakan, peresmian laboratorium tersebut merupakan pencapaian penting dalam pengembangan inovasi oleh para peneliti dalam negeri.
“Kepercayaan yang diberikan ini menjadi bukti nyata bahwa rangkaian riset hulu hingga hilir karya peneliti ITS memiliki nilai strategis yang besar bagi percepatan pembangunan nasional,” ujar Bambang.
Teknologi pengolahan asbuton tersebut dipelopori Susianto, dosen Departemen Teknik Kimia ITS yang telah menekuni penelitian pemisahan asbuton sejak 2006.
Dengan latar belakang keilmuan di bidang fenomena perpindahan atau transport phenomena, Susianto mengembangkan teknologi yang mengoptimalkan proses perpindahan massa dan panas dalam ekstraksi asbuton.
Aspindo Group Siap Kawal Hilirisasi Teknologi Asbuton
Pengembangan teknologi asbuton di ITS turut mendapat respons positif dari sektor industri. Aspindo Group, perusahaan penyedia solusi infrastruktur dan produsen aspal yang berbasis di Surabaya sejak 1980, menyatakan kesiapan untuk mendukung tahapan pengujian hingga pengembangan produksi dalam skala nasional.
CEO Aspindo Group Bobby Hartawan Wijaya mengapresiasi inovasi teknologi ekstraksi berbasis hidrotermal yang dikembangkan para peneliti ITS.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan industri diperlukan agar hasil riset dapat dikembangkan menjadi solusi yang memiliki manfaat lebih luas bagi kebutuhan material konstruksi nasional.
“Inovasi laboratorium ITS ini merupakan titik balik luar biasa bagi industri aspal nasional. Efisiensi ekstraksi hingga di atas 95 persen adalah terobosan yang kita butuhkan untuk menjadikan asbuton sebagai tuan rumah di negeri sendiri,” kata Bobby.
Ia menegaskan, Aspindo Group siap mendukung proses pengujian lanjutan sekaligus mendorong hasil riset tersebut menuju tahap hilirisasi dan produksi nasional.
“Aspindo Group bangga dan siap mendukung penuh proses pengujian lanjutan serta hilirisasi riset ini agar segera meluncur ke tahap produksi nasional,” lanjutnya.
Menurut Bobby, dukungan Aspindo Group tidak hanya diarahkan pada aspek pengujian dan pengembangan teknologi, tetapi juga mencakup kesiapan ekosistem distribusi. Infrastruktur logistik dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan produk hasil hilirisasi dapat menjangkau kebutuhan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami telah menyiapkan ekosistem logistik yang matang, mulai dari terminal penyimpanan hingga armada transportasi darat dan laut. Komitmen Aspindo Group adalah memastikan hasil hilirisasi asbuton berteknologi tinggi ini nantinya dapat terdistribusi secara lancar, efisien, dan merata untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.
Saat ini, Aspindo Group didukung jaringan infrastruktur yang mencakup empat terminal aspal, sekitar 200 unit truk tanker, serta jalur logistik laut yang diperkuat dua kapal tanker aspal khusus. Salah satu kapal tanker tersebut memiliki kapasitas angkut lebih dari 150 drum aspal untuk mendukung pengiriman antarpulau.
Kolaborasi antara ITS dan Aspindo Group diharapkan dapat memperkuat mata rantai hilirisasi asbuton, mulai dari pengembangan teknologi, pengujian, hingga kesiapan produksi dan distribusi.
Dengan dukungan riset dan infrastruktur industri, pengembangan asbuton diarahkan untuk memperbesar pemanfaatan sumber daya aspal dalam negeri sekaligus mendukung kebutuhan pembangunan infrastruktur nasional.