INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka gembok harga Rp50 mulai hari ini, Senin (29/9/2026). Kebijakan ini tertuang dalam aturan baru BEI tentang batasan harga minimum saham menjadi Rp1 dari sebelumnya Rp50.
Aturan baru ini berlaku untuk saham-saham yang masuk Papan Pemantauan Khusus atau Full Call Auction (FCA).
Selama ini, saham FCA mentok di Rp50 sehingga antrean jual menumpuk dan transaksi macet.
Dengan batas baru Rp1-Rp50, saham yang sebelumnya sulit diperdagangkan kini punya ruang untuk mencari harga keseimbangan baru antara pembeli dan penjual.
Berdasarkan data perdagangan per 24-25 September 2026, terdapat 21 saham yang berada tepat di Rp50. Berikut 10 dengan volume terbesar yang berpotensi langsung membentuk harga baru:
1. GOTO (GoTo Gojek Tokopedia Tbk) – Rp50
Emiten teknologi dengan antrean pasar paling masif. Volume 5,3 miliar lembar, antrean jual 380 juta lot di Rp50.
2. DADA (Diamond Citra Propertindo Tbk) – Rp50
Saham properti yang masuk FCA. Volume ratusan juta lembar, antrean bid-offer paling tebal bersama GOTO.
3. KPIG (MNC Tourism Indonesia Tbk) – Rp50
Pariwisata dan properti MNC Group. Market cap Rp5,37 triliun, terbesar di kelompok gocap.
4. LPKR (Lippo Karawaci Tbk) – Rp50
Properti big cap Grup Lippo. Selalu masuk top frekuensi di level gocap dengan volume ratusan juta lembar.
5. BBKP (Bank KB Indonesia Tbk) – Rp50
Bank KB Indonesia. Likuiditas tertahan di batas bawah dengan volume jutaan lembar.
6. RBMS (Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk) – Rp50
Properti dan real estat. Dari sebelumnya Rp56 kini turun ke Rp50.
7. BABP (Bank MNC Internasional Tbk) – Rp50
Bank MNC Group. Market cap Rp2,22 triliun, average volume ratusan juta lembar.
8. BCAP (MNC Kapital Indonesia Tbk) – Rp50
Induk jasa keuangan MNC Group. Market cap Rp2,13 triliun.
9. BKSW (Bank QNB Indonesia Tbk) – Rp50
Bank QNB Indonesia. Volume harian jutaan lembar, market cap di atas Rp1 triliun.
10. CPRO (Central Proteina Prima Tbk) – Rp50
Emiten pakan ternak dan udang. Volume harian jutaan lembar.
DISCLAIMER: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi, ajakan, atau saran untuk membeli, menjual, atau menahan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.