INDUSTRY.co.id, Jakarta – Bank Jakarta bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI mengucurkan pembiayaan sindikasi sebesar Rp2,11 triliun untuk mendukung pembangunan tujuh proyek infrastruktur prioritas di DKI Jakarta. Pembiayaan tersebut diharapkan mempercepat pembangunan transportasi, hunian layak, serta sarana pengendalian banjir di Ibu Kota.

Dari total pembiayaan tersebut, Bank Jakarta menyediakan dana sebesar Rp1 triliun, sedangkan PT SMI memberikan dukungan maksimal Rp1,11 triliun. Kerja sama ini menjadi bentuk sinergi lembaga pembiayaan pemerintah dengan bank pembangunan daerah (BPD) dalam memperkuat alternatif pendanaan pembangunan.

Perjanjian pembiayaan ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah, dan Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo di Balai Kota Jakarta, Rabu (16/9).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pembiayaan sindikasi tersebut menjadi langkah konkret untuk memperkuat pendanaan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

Menurut Pramono, Pemprov DKI Jakarta tidak hanya mengandalkan satu sumber pendanaan, tetapi juga mengembangkan berbagai skema pembiayaan guna mempercepat realisasi proyek-proyek prioritas.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mempercepat pemenuhan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas layanan warga Jakarta,” kata Pramono.

Ia menambahkan, dukungan Bank Jakarta dan PT SMI akan membantu merealisasikan sejumlah pembangunan, mulai dari peningkatan konektivitas, penyediaan hunian layak, hingga penguatan sistem pengendalian banjir.

Tujuh Proyek Prioritas

Pembiayaan sindikasi tersebut mencakup tujuh kegiatan infrastruktur, yakni pembangunan Flyover Latumeten, Gedung Batavia Dinas Teknis Jatibaru, Rumah Susun Padat Karya Tahap II, serta Rumah Susun Rorotan IX Tahap I.

Selain itu, pembiayaan dialokasikan untuk pembangunan waduk, situ, dan embung; polder dan kolam retensi; serta tanggul dan pengendali banjir Pesisir Pantai Tahap III.

Pembangunan Flyover Latumeten ditujukan untuk memperkuat konektivitas dan keselamatan pengguna jalan. Sementara itu, pembangunan rumah susun diharapkan menambah ketersediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.

Adapun pembangunan waduk, embung, polder, kolam retensi, serta tanggul pesisir diarahkan untuk memperkuat sistem pengendalian banjir dan meningkatkan ketahanan Jakarta terhadap risiko bencana serta dampak perubahan iklim.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, kolaborasi dengan PT SMI merupakan bagian dari dukungan perseroan terhadap pembangunan Jakarta menuju kota global.

“Sinergi antara sektor keuangan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi fundamental penting dalam mendorong akselerasi pemenuhan kebutuhan pembangunan di Kota Jakarta,” ujar Agus.

Sebagai bank pembangunan daerah milik Pemprov DKI Jakarta, Agus menegaskan, Bank Jakarta berkomitmen mendukung berbagai program pembangunan, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Ke depan, Bank Jakarta juga akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan solusi pembiayaan yang inovatif, hati-hati, dan berkelanjutan.

“Kami meyakini, dukungan pembiayaan yang tepat pada sektor prioritas akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan Jakarta yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing sebagai kota global,” katanya.

Dorong Pembiayaan Kreatif

Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan, pembangunan infrastruktur daerah membutuhkan dukungan pendanaan yang inovatif dan kolaboratif. Karena itu, PT SMI terus memperkuat perannya sebagai mitra pemerintah daerah dalam menyediakan alternatif pembiayaan.

“PT SMI siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam menghadirkan alternatif pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, sekaligus membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penyediaan infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Reynaldi.

Ia menjelaskan, kolaborasi dengan Bank Jakarta diharapkan menjadi model pembiayaan kreatif yang dapat diterapkan di daerah lain sesuai kebutuhan pembangunan dan kapasitas keuangan masing-masing pemerintah daerah.

Hingga Juli 2026, PT SMI mencatat total komitmen pembiayaan daerah mencapai Rp37,19 triliun, dengan outstanding pembiayaan sebesar Rp13,67 triliun.

Dukungan tersebut sejalan dengan arahan Kementerian Keuangan untuk mendorong pembiayaan kreatif serta mempercepat pembangunan infrastruktur daerah.

Melalui pembiayaan sindikasi ini, pembangunan infrastruktur Jakarta diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas fasilitas perkotaan, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak, memperlancar mobilitas, serta memperkuat perlindungan wilayah dari ancaman banjir.