Highlights

  • Pertamax Turbo naik menjadi Rp 19.600/liter (naik Rp 1.300 dari Agustus 2026), berlaku sejak 1 September 2026
  • Dexlite dan Pertamina Dex naik signifikan masing-masing Rp 23.700 dan Rp 25.200/liter akibat tren harga minyak dunia yang tinggi
  • Brent Crude di level US$107,01/barel dan WTI US$94,84/barel per 25 September 2026, masih tertekan oleh ketegangan geopolitik Timur Tengah
  • Pertalite dan Biosolar tetap tidak berubah di Rp 10.000 dan Rp 6.800/liter karena merupakan BBM subsidi
  • Indonesia masih termurah di ASEAN untuk BBM non-subsidi dibanding Singapura (Rp 42.200) dan Thailand (Rp 19.900)

Terakhir diperbarui: 27 September 2026 | Sumber: Pertamina, Kompas, CNBC Indonesia, Forbes

Harga BBM Pertamina September 2026

PT Pertamina (Persero) menetapkan harga BBM terbaru per September 2026. Harga BBM non-subsidi mengalami kenaikan signifikan, terutama untuk produk diesel dan bensin oktan tinggi. Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap tidak berubah.

Jenis BBM RON/CN Harga/Liter Perubahan
Pertalite (Subsidi) RON 90 Rp 10.000 Tetap
Biosolar (Subsidi) CN 48 Rp 6.800 Tetap
Pertamax RON 92 Rp 15.950 Tetap
Pertamax Green 95 RON 95 Rp 19.150 Naik Rp 2.550
Pertamax Turbo RON 98 Rp 19.600 Naik Rp 1.300
Dexlite CN 51 Rp 23.700 Naik Rp 4.000
Pertamina Dex CN 53 Rp 25.200 Naik Rp 4.050

Kenaikan harga BBM non-subsidi ini dipicu oleh melonjaknya harga minyak mentah dunia yang masih berada di level tinggi. Pertamax Green 95 naik dari Rp 16.600 menjadi Rp 19.150 per liter sejak 2 September 2026. Sementara Pertamax Turbo naik dari Rp 18.300 menjadi Rp 19.600 per liter efektif 1 September 2026.

Produk diesel mengalami kenaikan paling tajam. Dexlite naik Rp 4.000/liter (dari Rp 19.700) dan Pertamina Dex naik Rp 4.050/liter (dari Rp 21.150). Kenaikan ini sejalan dengan tren harga gasoil di pasar internasional yang terdorong oleh tingginya permintaan dan keterbatasan pasokan.

Harga BBM Swasta: BP, Shell, Vivo

Stasiun pengisian bahan bakar swasta juga menyesuaikan harga seiring dengan tren kenaikan harga minyak dunia. Berikut daftar harga BBM swasta terbaru September 2026:

SPBU & Jenis BBM Harga/Liter Perubahan
BP 92 (RON 92) Rp 16.130 Tetap
BP Ultimate (RON 95) Rp 19.330 Naik Rp 2.570
BP Ultimate Diesel (CN 53) Rp 25.420 Naik Rp 3.510
Shell V-Power Diesel Rp 25.420 Naik Rp 3.510
Vivo Revvo 92 (RON 92) Rp 16.130 Tetap
Vivo Revvo 95 (RON 95) Rp 19.330 Naik Rp 2.570
Vivo Primus Plus (Diesel CN 51) Rp 25.420 Naik Rp 3.510

Seperti halnya Pertamina, produk diesel dari SPBU swasta juga mengalami kenaikan signifikan sekitar Rp 3.500/liter. BP 92 dan Vivo Revvo 92 tetap stabil di angka Rp 16.130/liter, selisih Rp 180 lebih mahal dari Pertamax (Rp 15.950).

Harga Minyak Dunia Hari Ini

Harga minyak mentah dunia tetap berada di level tinggi pada akhir September 2026. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kekhawatiran pasokan dari Rusia menjadi faktor utama yang menopang harga.

Benchmark Minyak Harga (USD/barel) Setara Rp/liter*
WTI (West Texas Intermediate) US$ 94,84 ~Rp 10.600
Brent Crude US$ 107,01 ~Rp 11.950
ICP (Indonesia Crude Price) US$ 66,81 ~Rp 7.460

*Konversi menggunakan kurs 1 USD = Rp 17.600 (per 12 September 2026). Konversi per liter menggunakan asumsi 1 barel = 159 liter.

Harga Brent Crude yang berada di atas US$100/barel menjadi faktor utama kenaikan harga BBM non-subsidi di Indonesia. Selisih antara Brent dan WTI sekitar US$12/barel mencerminkan permintaan yang kuat di pasar Asia dan Eropa. Sementara ICP (Indonesia Crude Price) yang lebih rendah di US$66,81/barel karena kualitas minyak mentah Indonesia yang berbeda.

Menurut analis pasar, harga minyak diperkirakan tetap volatile hingga akhir tahun 2026. Faktor-faktor yang perlu dicermati antara lain kebijakan OPEC+ terkait produksi, perkembangan konflik di Timur Tengah, dan permintaan dari Tiongkok yang masih belum pulih sepenuhnya.

Perbandingan Harga BBM di Asia

Berikut perbandingan harga BBM per liter di berbagai negara Asia, dikonversi ke Rupiah untuk memudahkan perbandingan. Data diperbarui per akhir September 2026.

Negara BBM Regular BBM Premium Diesel
Indonesia (Pertalite/Pertamax) Rp 10.000 Rp 15.950 Rp 6.800
Singapura Rp 38.900 Rp 42.200 Rp 37.500
Malaysia (BUDI95) Rp 7.600 Rp 19.200 Rp 20.600
Thailand Rp 18.700 Rp 19.900 Rp 18.500
Filipina Rp 18.000 Rp 19.200 Rp 29.800
Jepang Rp 19.000 Rp 21.100 Rp 18.800
India Rp 21.100 - Rp 19.700
Vietnam Rp 16.900 Rp 18.200 -

Konversi menggunakan kurs: 1 USD = Rp 17.600, 1 SGD = Rp 13.400, 1 MYR = Rp 3.800, 1 THB = Rp 500, 1 PHP = Rp 307, 1 JPY = Rp 112, 1 INR = Rp 207, 1 VND = Rp 0,67.

Dari tabel di atas terlihat bahwa BBM subsidi Indonesia (Pertalite Rp 10.000) merupakan yang termurah kedua di Asia setelah Malaysia BUDI95 (Rp 7.600). Namun untuk BBM non-subsidi, Indonesia memiliki harga yang kompetitif. Pertamax (Rp 15.950) lebih murah dari Vietnam RON 92 (Rp 16.900) dan Thailand Gasohol 91 (Rp 18.700).

Singapura tetap menjadi negara dengan BBM termahal di kawasan ini, dengan RON 95 mencapai Rp 42.200/liter atau hampir 3 kali lipat dari harga Pertamax di Indonesia. Sementara diesel di Filipina menjadi yang termahal di kawasan ASEAN dengan harga mencapai Rp 29.800/liter.

Perbandingan Harga BBM Pertamina vs Swasta

Berikut perbandingan langsung antara harga BBM Pertamina dengan SPBU swasta untuk produk sejenis:

Kategori Pertamina BP Vivo Selisih
RON 92 Rp 15.950 Rp 16.130 Rp 16.130 Pertamina -Rp 180
RON 95 Rp 19.150 Rp 19.330 Rp 19.330 Pertamina -Rp 180
Diesel Premium Rp 25.200 Rp 25.420 Rp 25.420 Pertamina -Rp 220

Pertamina masih menawarkan harga yang sedikit lebih kompetitif dibanding SPBU swasta, dengan selisih Rp 180-220/liter. Meskipun selisihnya kecil, dalam jangka panjang tetap memberikan penghematan yang signifikan untuk pengguna BBM dalam jumlah besar.

Tips Hemat BBM

Dengan tren harga BBM yang terus naik, berikut beberapa tips untuk menghemat konsumsi bahan bakar kendaraan Anda:

1. Jaga Kecepatan Konstan - Mengemudi dengan kecepatan stabil di 80-100 km/jam di jalan tol dapat menghemat BBM hingga 15-20% dibanding sering akselerasi dan deselerasi.

2. Periksa Tekanan Ban Rutin - Ban dengan tekanan kurang dari standar dapat meningkatkan konsumsi BBM hingga 3%. Periksa tekanan ban minimal sebulan sekali.

3. Matikan Mesin Saat Berhenti Lama - Membiarkan mesin idle lebih dari 60 detik menghabiskan lebih banyak BBM daripada mematikan dan menghidupkan ulang mesin.

4. Rutin Servis Berkala - Filter udara yang kotor, busi aus, dan oli mesin yang sudah lama dapat meningkatkan konsumsi BBM hingga 10%.

5. Kurangi Beban yang Tidak Perlu - Setiap 50 kg beban tambahan meningkatkan konsumsi BBM sekitar 2%. Bersihkan bagasi dari barang-barang yang tidak diperlukan.

6. Gunakan BBM Sesuai Rekomendasi Pabrikan - Menggunakan BBM dengan oktan lebih tinggi dari yang direkomendasikan tidak memberikan manfaat signifikan dan hanya membuang uang.

FAQ Seputar Harga BBM

Mengapa harga BBM non-subsidi naik di September 2026?

Kenaikan harga BBM non-subsidi disebabkan oleh melonjaknya harga minyak mentah dunia. Brent Crude berada di level US$107/barel dan WTI US$94/barel, tertekan oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kekhawatiran pasokan dari Rusia. Karena BBM non-subsidi mengikuti mekanisme pasar, harga di SPBU menyesuaikan dengan harga minyak dunia.

Apakah harga Pertalite dan Biosolar akan naik?

Per September 2026, harga Pertalite (Rp 10.000) dan Biosolar (Rp 6.800) tetap tidak berubah. Kedua BBM ini merupakan BBM subsidi yang harganya ditetapkan oleh pemerintah. Pertamina juga telah membantah rumor kenaikan harga Pertalite menjadi Rp 13.500. Namun, pemerintah terus mengevaluasi anggaran subsidi energi setiap tahun.

Berapa harga minyak dunia hari ini?

Per 25 September 2026, harga WTI (West Texas Intermediate) berada di US$94,84/barel dan Brent Crude di US$107,01/barel (sumber: Forbes Advisor). Harga minyak masih tinggi akibat faktor geopolitik dan ketidakpastian pasokan global.

Mengapa harga BBM Indonesia lebih murah dari Singapura?

Harga BBM di Indonesia lebih murah karena beberapa faktor: (1) Pemerintah memberikan subsidi untuk BBM tertentu (Pertalite dan Biosolar), (2) Pajak bahan bakar di Indonesia lebih rendah dibanding Singapura yang mengenakan cukai tinggi, (3) Biaya distribusi dan operasional SPBU di Singapura jauh lebih tinggi. BBM subsidi Malaysia (BUDI95) bahkan lebih murah dari Indonesia karena subsidi pemerintah yang lebih besar.

Apa perbedaan Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo?

Ketiganya berbeda pada angka oktan (RON): Pertamax (RON 92) untuk kendaraan umum, Pertamax Green 95 (RON 95) dengan campuran bioetanol untuk performa lebih baik dan emisi lebih rendah, serta Pertamax Turbo (RON 98) untuk kendaraan performa tinggi. Semakin tinggi RON, semakin tahan terhadap knocking dan semakin mahal harganya.

Key Takeaways

  • BBM subsidi (Pertalite Rp 10.000, Biosolar Rp 6.800) tetap stabil dan tidak berubah di September 2026
  • BBM non-subsidi mengalami kenaikan signifikan, terutama diesel (Dexlite +Rp 4.000, Pertamina Dex +Rp 4.050)
  • Harga minyak dunia (Brent US$107/barel) menjadi pendorong utama kenaikan harga BBM non-subsidi
  • Indonesia masih memiliki BBM non-subsidi yang kompetitif di Asia, lebih murah dari Singapura, Jepang, dan India
  • Pertamina tetap sedikit lebih murah dari SPBU swasta (selisih Rp 180-220/liter)