INDUSTRY.co.id - JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) membukukan kontrak baru senilai Rp 8,69 triliun hingga Agustus 2026. Capaian itu tumbuh 65,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 5,25 triliun.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh perolehan proyek strategis di sektor infrastruktur, gedung, industri penunjang konstruksi, hingga energi dan industrial plant. Perseroan menilai capaian ini mencerminkan keberlanjutan transformasi sekaligus kepercayaan pemberi kerja, baik pemerintah, BUMN, maupun swasta.
Dari sisi komposisi, sektor infrastruktur dan gedung masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp 3,17 triliun atau 36,5 persen dari total kontrak baru. Kemudian disusul sektor industri penunjang konstruksi Rp 2,97 triliun (34,2 persen), energi dan industrial plant Rp 2,12 triliun (24,4 persen), properti Rp 266,74 miliar, dan investasi Rp 165,70 miliar.
Di tengah pertumbuhan kontrak, WIKA tengah mengerjakan salah satu proyek krusial, yakni penanganan longsoran Slope 9-10 dan perbaikan alinyemen KM 177-KM 178 Jalan Tol Cisumdawu. Proyek senilai Rp 294,54 miliar yang diperoleh pada Juli 2026 ini difokuskan pada titik prioritas Bojongtotor hingga Mulyasari yang rawan pergerakan tanah.
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menjelaskan lingkup pekerjaan meliputi pemasangan pondasi dalam atau bore pile di 132 titik, penanganan aliran air permukaan, serta perbaikan jalur utama.
“Pertumbuhan kontrak baru ini merupakan hasil dari strategi selektif yang kami jalankan secara konsisten, dengan memprioritaskan proyek berskema monthly payment dan bernilai tambah tinggi,” kata Ngatemin dalam keterangannya, Kamis (25/9/2026).
Hingga 21 September 2026, progres penanganan longsoran telah mencapai 33,61 persen. WIKA menargetkan pekerjaan bore pile rampung pada Desember 2026 dan keseluruhan proyek selesai pada 3 Maret 2027.
Dalam pelaksanaannya, WIKA mengerahkan 253 tenaga kerja dengan penerapan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat. Inovasi juga diterapkan melalui metode pondasi dengan pelapis baja permanen yang diperkuat khusus agar kokoh di area rawan longsor.
Setelah rampung, proyek ini diharapkan mengembalikan fungsi badan jalan di ruas KM 177+090–177+400 serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna Tol Cisumdawu.
-