INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Persaingan industri pendingin udara di Indonesia semakin bergeser dari sekadar kemampuan menghasilkan udara dingin menuju efisiensi energi, ketahanan perangkat, kemudahan perawatan, dan kenyamanan penggunaan. Tren tersebut mendorong produsen AC menghadirkan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan konsumen secara lebih menyeluruh.

Melihat peluang tersebut, Midea Electronics Indonesia memperkenalkan Midea AC Celest Inverter yang mengusung teknologi kecerdasan buatan (AI) Ecomaster. Produk ini dirancang untuk menggabungkan performa pendinginan, efisiensi konsumsi listrik, perlindungan perangkat, hingga kemudahan perawatan.

Head of Product Management Midea Electronics Indonesia Hendry Wijaya mengatakan, pengembangan Celest diarahkan agar teknologi yang ditawarkan memiliki manfaat langsung bagi konsumen.

“Bagi Midea, teknologi yang baik adalah teknologi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh konsumen. Melalui Celest, kami menghadirkan AC dengan teknologi AI yang membantu menciptakan kenyamanan secara lebih efisien, sekaligus memberikan ketahanan dan kemudahan perawatan,” ujar Hendry dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2026).

Salah satu teknologi yang menjadi andalan Celest adalah AI Ecomaster. Teknologi berbasis kecerdasan buatan tersebut dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan energi dengan tetap mempertahankan kenyamanan suhu ruangan.

Midea menyebut AI Ecomaster mampu melakukan pengaturan suhu dengan presisi hingga 0,3 derajat Celsius dan berpotensi menghemat energi hingga 30% dibandingkan mode standar. Dengan kemampuan tersebut, konsumsi listrik menjadi salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam penggunaan AC sehari-hari.

Celest tersedia dalam sejumlah pilihan kapasitas, mulai dari 0,5 PK hingga 2,5 PK. Variasi kapasitas tersebut memungkinkan konsumen menyesuaikan perangkat dengan luas ruangan dan kebutuhan pendinginan.

Selain efisiensi, Midea membekali Celest dengan CoolFlash yang dirancang untuk mempercepat proses pendinginan. Fitur ini diklaim mampu membantu menurunkan suhu ruangan dalam waktu singkat, termasuk ketika temperatur di luar ruangan mencapai 55 derajat Celsius.

Dari sisi ketahanan, Celest mengandalkan teknologi PrimeGuard. Sistem tersebut memadukan tabung tembaga TU1 yang tahan korosi, lapisan pelindung dengan ketahanan 12,5 kali lebih kuat dibandingkan Blue Coated Fins, serta PCB yang dapat beroperasi pada rentang tegangan yang lebih luas.

Sementara itu, aspek perawatan ditangani melalui fitur I-Clean. Teknologi ini memungkinkan unit indoor melakukan proses pembersihan secara mandiri melalui dedusting otomatis dan pembekuan evaporator hingga minus 10 derajat Celsius untuk membantu mengangkat debu dan kotoran.

Product Manager Residential Air Conditioner Midea Electronics Indonesia Windi Ario Wicaksono mengatakan, kombinasi teknologi tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan berbagai kebutuhan konsumen dalam menggunakan AC.

“Celest kami kembangkan dengan melihat kebutuhan konsumen dari berbagai sisi, mulai dari bagaimana AC dapat mendinginkan ruangan dengan cepat, menggunakan listrik secara efisien, memiliki perlindungan yang baik, hingga mudah dirawat,” ujar Windi.

Di sisi layanan, Midea juga memperkuat purnajual sebagai bagian dari strategi mempertahankan pengalaman konsumen setelah pembelian produk. Perusahaan menyebut langkah tersebut mencakup penguatan jaringan service center, peningkatan kompetensi tim, serta pengembangan solusi layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Upaya tersebut turut mendapat pengakuan melalui Service Quality Award 2026 untuk kategori Layanan Purna Jual Pendingin Ruangan (AC).

Midea AC Celest Inverter sendiri diproduksi di Indonesia. Kehadiran produk dengan teknologi AI Ecomaster tersebut menjadi bagian dari strategi Midea memperluas penetrasi di pasar AC Indonesia dengan menawarkan kombinasi efisiensi energi, performa pendinginan, ketahanan perangkat, serta layanan purnajual.